Risalah Islam Berkemajuan Harus Inheren dengan Denyut Nadi Keluarga Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

1 November 2025

727
Miftahulhaq, SHI., MSI. Foto: Cris

Miftahulhaq, SHI., MSI. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Risalah Islam Berkemajuan sebagai produk Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta, Jawa Tengah, jangan hanya stagnan dalam aspek sosialisasi dan edukasi semata, tetapi mestinya harus terejawantah di seluruh aspek kehidupan, terutama menyangkut aspek keluarga.

Demikian kata Miftahulhaq, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Sabtu (1/11) saat Seminar Keluarga Muhammadiyah di Aula PWM DIY.

“Maka, penting bagaimana nilai-nilai Islam berkemajuan itu bisa kita implementasikan dalam kehidupan keluarga. Dan itu bisa menjadi karakter kehidupan keluarga di Muhammadiyah,” terangnya.

Di samping itu, dalam ruang lingkup yang lebih dalam, ketahanan keluarga itu perlu ditingkatkan. Hatta di tengah kompleksitas kehidupan dewasa sekarang ini dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam berkemajuan.

“Itu menjadi tanggung jawab bersama, baik Muhamamdiyah dan ‘Aisyiyah untuk membangun ketahanan keluarga di tengah arus kehidupan yang sekarang ini makin kompleks dan dinamis,” ujarnya.

Konteks keluarga ini, meniscayakan pokok utama yang menjadi fokus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Mengingat sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran strategis dalam penanaman nilai-nilai Islam berkemajuan.

“Saya pernah membaca dokumen tahun 1967, di sana disebutkan bahwa dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kalau bisa ya sampai pada aspek kenegaraan, kebangsaan, ekonomi, bahkan sampai keluarga,” bebernya.

Menurut Miftah, keluarga juga menjadi subyek dan obyek dakwah. Hal ini dtunjukkan melalui berbagai kebijakan dan program yang dikembangkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.

“Artinya bagaimana kita mau menumbuhkan Islam berkemajuan, menumbuhkan kehidupan Islami, tentu harus berangkat dari keluarga. Dan keluarga-keluarga Muhammadiyah diharapkan bisa tumbuh menjadi keluarga yang memberikan teladan bagi keluarga yang lain,” tegasnya.

Sehingga, output dari keluarga Muhammadiyah itu harus mempraktikkan kehidupan yang Islami. Dari sinilah kemudian, keluarga itu bisa harmoni, bermakna, dan berwarna secara berkelanjutan. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Muhammadiyah Cilacap, salah satu....

Suara Muhammadiyah

16 August 2025

Berita

LAHAT, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan ....

Suara Muhammadiyah

20 November 2023

Berita

GARUT, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperluas eksistensin....

Suara Muhammadiyah

14 January 2025

Berita

BALIKPAPAN, Suara Muhammadiyah - Riset sebagai salah satu tridharma perguruan tinggi selalu menjadi ....

Suara Muhammadiyah

13 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berhasil menempati p....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah