MBS Wanayasa Jalin Kerja Sama Strategis dengan Magister PAI UMP; Hadirkan Mahasiswa Internasional dari Palestina dan Sudan
BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah – Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) MTs Wanayasa resmi menjalin kerja sama dengan Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), Kamis (14/05), bertempat di Gedung IPHI Wanayasa.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kaprodi Magister PAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., bersama dua mahasiswa internasional, yaitu Samar T.M. Alhaj asal Palestina dan Ahmed Fawzi Mohamed Ahmed Ibrahim asal Sudan.
Turut hadir pula Mudir Istana Quran Sarwodadi, Mudir MBS Wanayasa, Ustaz Wahyudin, S.Ag., M.S.I. Kepala MTs Muhammadiyah Wanayasa, para guru, ustaz-ustazah, serta seluruh santri MBS MTs Wanayasa.
Dalam sambutannya, Ustaz Wahyudin menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama tersebut sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan dan membuka peluang lebih luas bagi santri MBS Wanayasa.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada MoA semata, tetapi berkembang menjadi pembinaan yang lebih luas, termasuk rencana pendirian Madrasah Aliyah dengan dukungan UMP,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah di Wanayasa memiliki basis kaderisasi yang kuat dan potensi besar untuk pengembangan pendidikan berbasis pesantren. Menurutnya, kerja sama dengan UMP menjadi peluang penting bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, Prof. Dr. Darodjat, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari keluarga besar MBS Wanayasa. Ia menyebut bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kualitas pembelajaran antara pesantren dan perguruan tinggi.
“Insyaallah, kerja sama ini akan kami tindak lanjuti. Kami berharap MBS Wanayasa dapat menjadi salah satu laboratory school atau pesantren binaan Fakultas Agama Islam UMP,” ungkapnya.
Prof. Darodjat juga menawarkan berbagai peluang akademik bagi guru dan santri, di antaranya program beasiswa studi lanjut S2 Magister PAI dengan potongan beasiswa minimal 50 persen, bahkan berpotensi hingga 100 persen.
Usai penandatanganan MoA oleh Ustaz Wahyudin dan Prof. Darodjat, acara dilanjutkan dengan sesi motivasi dan promosi pendidikan dari mahasiswa internasional UMP.
Samar T.M. Alhaj, mahasiswa asal Palestina, membagikan kisah perjuangannya menempuh pendidikan di Indonesia sejak 2019. Ia menyelesaikan studi S1 dalam waktu 3 tahun 2 bulan, lalu menempuh Magister Manajemen dan kini kembali melanjutkan studi Magister PAI.
Dalam presentasinya, Samar memperkenalkan Palestina, budaya, makanan khas, serta pentingnya penguasaan bahasa asing.
“Jangan pernah menyerah dalam belajar. Semakin banyak bahasa yang dikuasai, semakin banyak kesempatan dan teman yang kalian miliki,” pesannya kepada para santri.
Sementara itu, Ahmed Fawzi Mohamed Ahmed Ibrahim asal Sudan memperkenalkan negaranya, mulai dari budaya, makanan tradisional, kondisi geografis, hingga kehidupan masyarakat Sudan. Ia juga mengajak santri untuk berani belajar bahasa Inggris sebagai bekal pendidikan global.
Kehadiran mahasiswa internasional ini mendapat antusias tinggi dari para santri. Mereka aktif bertanya, mengikuti kuis interaktif, hingga berfoto bersama di akhir kegiatan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pimpinan, guru, mahasiswa internasional, serta santri MBS Wanayasa. Momentum ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antara MBS Wanayasa dan UMP dalam penguatan pendidikan Islam, kaderisasi, dan internasionalisasi wawasan santri. (Badru)

