CILACAP, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026, MI Muhammadiyah Gentasari, Kroya, mengadakan rangkaian kegiatan, antara lain upacara Hari Santri Nasional, lomba fashion show, lomba menyanyi religi, dan Market Day Kuliner Nusantara. Acara berlangsung di halaman sekolah MI Muhammadiyah Gentasari, Jl. Gerilya Timur No. 12 Karang, Desa Gentasari, Kroya, pada Kamis (22/10/2026), dengan tema “Santri Berprestasi, Kuliner Nusantara Menginspirasi”.
Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2026 sekaligus guru kelas 6 MI Muhammadiyah Gentasari, Kroya, Khoerunnida, berharap dengan adanya rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional ini dapat menarik perhatian siswa dan juga masyarakat sekitar sekolah agar lebih tertarik dengan MI Muhammadiyah Gentasari.
“Alhamdulillah, rangkaian kegiatan memperingati Hari Santri Nasional berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Kegiatan Market Day dengan slogan “Jelajah Nusantara dalam Satu Acara” diikuti para siswa. Setiap kelas membentuk kelompok, kemudian masing-masing kelompok membuat kuliner dari berbagai provinsi yang telah ditentukan.
Kuliner Nusantara tersebut yaitu Jawa Tengah (es jus, es teh poci, dan pecel), Jawa Barat (basreng chili oil, batagor, cireng, siomai, dan cilok), Jawa Timur (es kuwut, sate Madura, dan onde-onde), Sumatera (pempek Palembang, es teler, dan bika Ambon), serta Sulawesi (es pisang ijo, jalangkote, dan es poteng).
Kelompok Market Day Kuliner Nusantara es teler kelas 6A MI Muhammadiyah Gentasari, Syakila Putri Anindya, mengatakan satu kelompok terdiri atas enam anak. Mereka berjualan es teler dengan bahan campuran cincau, jeli, pisang, alpukat, durian, serta santan. Banyak peminatnya dan laris manis, dengan pembeli dari teman sekolah, wali murid, serta masyarakat sekitar sekolah.
“Segarnya, es teler bikin nagih, harganya terjangkau Rp5 ribu per cup sedang,” ucapnya.
Dengan mengikuti Market Day, ia merasa senang dan tertarik berjualan sebagai ajang belajar wirausaha. Ia berkeinginan agar ada lagi kegiatan Market Day pada peringatan acara yang lain.
“Senang mengikuti Market Day karena bisa belajar berjualan,” katanya.
Pembeli es teler, Muhyati dari Karang, Desa Gentasari, bersama Rasmiyah dari Desa Mujur, Kroya, mengungkapkan bahwa harga es teler terjangkau dan murah, hanya Rp5 ribu.
“Pesan dua cup, sudah pesan sedang mengantre karena pembeli banyak sekali,” ujarnya.
Kegiatan Market Day bagus untuk ajang belajar anak-anak dalam berjualan.
“Supaya anak-anak tambah semangat sebagai kegiatan yang positif, yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar sekolah,” pungkasnya. (Wasis)

