UK, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya (UK) & Irlandia resmi diterima sebagai anggota pertama sekaligus satu-satunya dari Indonesia yang tergabung dalam keanggotaan Dewan Muslim Inggris, atau dalam bahasa internasional disebut Muslim Council of Britain (MCB).
Keanggotaan tersebut diperoleh setelah PCIM UK & Irlandia melalui proses verifikasi sejak Juni lalu setelah pertemuan dan diskusi dengan salah satu mitra terbesar MCB yaitu The East London Mosque. Kepastian diterimanya Muhammadiyah sebagai anggota MCB disampaikan secara resmi melalui surat elektronik (official email) MCB yang diterima pada Senin (21/7).
Sementara MCB atau Dewan Muslim Britania sendiri merupakan lembaga independen yang menjadi payung bagi lebih dari 500 an masjid, lembaga pendidikan, badan amal, dan organisasi profesi Muslim di Inggris yang berfokus kepada advokasi publik guna mewakili suara umat Muslim lokal, termasuk juga aktif mengampanyekan berbagai isu-isu mulai dari isu keagamaan, sosial, hingga kemanusiaan.
Selain itu, terkait keanggotaan MCB pada saat ini masih didominasi oleh komunitas Muslim dari Asia Selatan seperti: India, Pakistan, dan Bangladesh. Maka, kehadiran Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi muslim terbesar di Indonesia sekaligus menjawab pertanyaan global mengenai eksistensi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Ketua PCIM Britania Raya (UK) & Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azar mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian istimewa ini. Ia menilai bahwa keanggotaan Muhammadiyah UK dalam MCB ini bukan sekadar formalitas melainkan pengakuan nyata atas kehadiran dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat Muslim Inggris.
"Tentu ini adalah pintu untuk kami berkontribusi lebih luas. Untuk Muhammadiyah, ini menegaskan bahwa gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah itu mampu berjejaring luas dan diterima di ruang keislaman," jelasnya.
Lebih jauh, Dian memaparkan manfaat konkret yang diperoleh PCIM Britania Raya (UK) & Irlandia dari keanggotaan MCB.
Pertama, sebagai organisasi payung Muslim terbesar di Inggris, PCIM sebagai salah satu anggotanya diberikan kredibilitas kelembagaan di mata publik.
"Jadi, hal ini sangat berarti bagi organisasi diaspora yang relatif baru di Inggris," ucap Dian.
Kedua, Akses Jejaring. PCIM terhubung dengan lebih dari 500 masjid, sekolah, badan amal, dan organisasi profesi Muslim di seluruh Inggris.
Ketiga, Suara dalam Isu Nasional di Inggris. Sebagai anggota, PCIM dapat memiliki saluran untuk turut menyuarakan kepentingan umat dalam isu-isu kebijakan yang menyentuh komunitas Muslim.
Keempat, Peluang Pengembangan Kapasitas. Dian mengungkap bahwa MCB juga menyediakan pelatihan, panduan tata kelola, dukungan media, dan forum-forum bagi anggotanya. Kelima adalah Visibilitas dan Platform.
"Dan ini semakin memperkuat misi kami untuk memperkenalkan Islam berkemajuan ala Muhammadiyah kepada audiens lintas komunitas," sebut Ince Dian.
Keenam, Jembatan Diplomasi keumatan. Keanggotaan yang diperoleh menempatkan PCIM sebagai penghubung antara komunitas Muslim Indonesia dan Muslim Inggris secara lebih luas, memperkuat ukhuwah sekaligus mengangkat nama Muhammadiyah di panggung Internasional.
Dan ketujuh, Akses Kemitraan Lintas Iman dan Sosial. Melalui MCB, PCIM dapat lebih mudah masuk ke inisiatif dialog lintas iman, aksi kemanusiaan bersama, dan kegiatan sosial berskala nasional.
"Memang sekarang ini kami masih menjadi satu-satunya yang tergabung dalam Dewan Muslim Inggris. Tapi kami juga bersedia membuka peluang kepada teman-teman dari organisasi Muslim Indonesia lainnya yang ada di UK untuk bisa berproses dan juga diterima di MCB," tegas Dian.
Keanggotaan PCIM Britania Raya & Irlandia di Muslim Council of Britain menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi Muhammadiyah.
Lebih dari sekadar memperluas jejaring organisasi, pencapaian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah semakin mendapat pengakuan di tingkat global. (Bhisma)

