Save the Earth: Hizbul Wathan UMS Serukan Aksi Penyelamatan Lingkungan

Publish

22 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
152
Dok Istimewa

Dok Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menjelang peringatan Hari Bumi, Kafilah Penuntun Moh.Djazman melalui Gerakan Save the Earth menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian alam dalam diskusi interaktif bersama Prof. Kuswaji Dwi Priyono di samping lapangan Psikologi UMS, Selasa (21/4/2026). Acara ini menjadi alarm bagi publik mengenai urgensi perlindungan ekosistem yang saat ini berada dalam kondisi kritis akibat eksploitasi berlebihan.

Kegiatan diskusi ini berlangsung santai secara lesehan di area terbuka guna mendekatkan peserta dengan alam.Meskipun dikemas informal, pesan yang dibawa memiliki urgensi besar bagi keberlangsungan ekosistem global. Hizbul Wathan UMS sengaja menginisiasi forum ini untuk membangun kesadaran kolektif dari lingkungan kampus.

"Jika bumi bisa berbicara, mungkin ia hanya ingin kita berhenti merusaknya," ujar Prof. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si. di hadapan puluhan aktivis muda. Beliau menekankan bahwa kesadaran tersebut harus segera diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar retorika. Oleh karena itu, gerakan ini menyasar masyarakat umum guna memperluas dampak edukasi lingkungan secara inklusif.

Dalam paparannya, Prof. Kuswaji menyoroti fenomena investasi asing yang sering kali minim pengawasan pemerintah. Beliau menjelaskan bahwa ketergantungan pada investasi tanpa kontrol berujung pada eksploitasi sumber daya alam yang serampangan. Bahkan, pembagian hasil yang diterima daerah sering kali tidak sebanding dengan kerusakan yang ditinggalkan.

"Ketika kita sangat bergantung pada investasi, masalahnya kemudian adalah tidak ada kontrol sama sekali," tegas Prof. Kuswaji. Beliau menambahkan bahwa transparansi menjadi masalah krusial yang selama ini hilang dalam pengelolaan sumber daya nasional. Tanpa laporan yang jelas, kekayaan alam seperti di bumi Papua justru lebih banyak dinikmati pihak asing daripada rakyat lokal.

Selain masalah kontrol, Prof. Kuswaji juga menyayangkan kegagalan realisasi dana reklamasi pasca tambang. Padahal, aturan perundang-undangan mewajibkan pemulihan lahan agar kembali menjadi fungsi hutan. Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk lebih kritis dalam memantau data dan laporan dari berbagai lembaga swadaya.

Sebagai respons, Kafilah Penuntun Moh. Djazman berkomitmen menjadikan isu lingkungan sebagai pilar utama gerakan kepanduan mereka ke depan. Melalui Gerakan Save the Earth, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memulai langkah taktis pelestarian alam. Dengan demikian, sinergi antara akademisi dan Hizbul Wathan UMS diharapkan mampu memicu perubahan perilaku yang signifikan demi masa depan bumi.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah dan....

Suara Muhammadiyah

25 March 2025

Berita

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah - Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Prestasi sebagai atlet Perguruan Seni Bela Diri Tapak Suci, sekaligus ....

Suara Muhammadiyah

14 November 2023

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka menyemarakkan milad ke-111 Muhammadiyah, Universit....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

BANJARBARU, Suara Muhammadiyah – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) ....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah