SOLO, Suara Muhammadiyah — Prestasi membanggakan kembali diraih SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo. Tim tari sekolah tersebut berhasil meraih Juara 1 Festival Seni Beregu SD/MI se-Soloraya dalam rangka Launching SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS) yang berlokasi di Jl. A. Yani, Tempurejo RT 05 RW 02, Sumber, Banjarsari, Solo, Sabtu (17/1/2026).
Dalam ajang tersebut, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo menampilkan tari tradisional bertema “Mutiara Nusantara” yang dibawakan oleh 10 siswa. Penampilan ini berhasil memukau dewan juri melalui kekuatan teknik gerak, kekompakan tim, ekspresi, serta kreativitas dalam pengemasan tari yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.
Festival Seni Beregu SD/MI se-Soloraya diikuti oleh sembilan sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dengan total 12 penampilan dari berbagai cabang seni. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan bakat seni sekaligus sarana pembentukan karakter islami melalui seni dan budaya.
Penanggung jawab ekstrakurikuler tari SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Retno Indriyanti, menyampaikan rasa syukur atas capaian prestasi tersebut.
“Alhamdulillah, ekstrakurikuler tari tradisional bisa meraih prestasi yang membanggakan. Kami juga mengucapkan selamat atas launching SMP Muhammadiyah PK Boarding School, semoga sukses dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan,” ujarnya.
Secara teknis, lomba Festival Seni Beregu dilaksanakan dalam format penampilan kelompok dengan jumlah 5–10 siswa per regu dan durasi maksimal 7 menit. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan aspek teknik dan gerak, kekompakan, ekspresi dan penghayatan, kreativitas, serta tata busana dan properti. Dari hasil penilaian tersebut ditetapkan Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1, dan Harapan 2.
Prestasi ini semakin menegaskan komitmen SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo dalam mengembangkan kualitas pendidikan secara seimbang, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga nonakademik melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, khususnya seni dan budaya. (Muhamad Arifin)

