Sekolah Lansia “Farahhayya” PDA Kota Yogyakarta Gelar Pertemuan Perdana Tebarkan Spirit “Hidup Hanya Sekali Mari Menua dengan Penuh Arti”
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka meningkatkan perhatian dan dukungan kepada para lansia agar lebih sejahtera, berdaya dan bahagia di Kota Yogyakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya, maka Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta mendirikan “Sekolah Lansia Farahhayya” (SL Farahhayya). Farahhayya berasal dari Bahasa Arab, farah berasal dari kata faraha artinya gembira/senang/bahagia dan hayya/hayyatun yang artinya hidup/kehidupan, dengan harapan semua aktivitas di SL Farahhayya bisa meningkatkan kehidupan para lansia semakin bahagia dan membahagiakan tidak hanya terbatas di ruang-ruang kelas tetapi bisa menyebar di setiap tempat di manapun berada, sesuai dengan taglinenya "Hidup Hanya Sekali, Mari Menua dengan Penuh Arti.”
SL Farahhayya berbasis di kompleks perkantoran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta jalan Sultan Agung 14 Yogyakarta. Digawangi oleh Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS), sebagai leading sektor sekaligus penyelenggara dengan menggandeng semua majelis dan lembaga di level PDA Kota Yogyakarta. Juga bersinergi dengan MPKS (Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial) PDM Kota Yogyakarta.
Pada Hari Selasa 2 Juni 2026, SL Farahhayya PDA Kota Yogyakarta membuka kegiatan pembelajaran perdananya untuk angkatan Pertama. Dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah, Jalan Lowanu Timuran 1361 Mergangsan Kota Yogyakarta. Dihadiri oleh PDA Kota Yogyakarta, MKS bersama perwakilan Majelis dan Lembaga PDA, Tim Asesmen Unisa Yogyakarta, Pengurus dan Pengelola serta Peserta SL Farahhayyan PDA Kota Yogyakarta Angkatan Pertama.
Ketua MKS PDA Kota Yogyakarta, Dra. Hj. Umi Hidayati, M. Pd., dalam sambutannya selaku penyelenggara SL Farahhayya PDA Kota Yogyakarta mengungkapkan rasa syukur, terima kasih dan apresiasinya kepada semua yang terlibat dalam SL Farahhayya, terutama kepada para peserta. “Ini sudah mimpi dan tekad kita sudah sekian lama, atas izin Allah SWT dan dukungan bapak ibu semua hari ini bisa kita wujudkan niat baik tersebut dengan pertemuan pembelajaran perdana, dan mohon Ibu Wuri Astuti wakil ketua PDA Kota Yogyakarta untuk membuka pembelajaran angkatan pertama ini," imbuhnya.
Selanjutnya Umi juga mengemuakakan bahwa prosentasi penduduk lansia di Kota Yogya tinggi, apalagi angka harapan hidup di DIY juga semakin meningkat dan perlu diakomodir, salah satunya adalah dengan hadirnya SL Farahhayya, yang akan menggelar kegiatan dalam sepuluh kali pertemuan untuk setiap angkatan dan level pembelajaran dengan level seperti S1, S2 dan S3. Kegiatan tidak hanya duduk manis di dalam kelas, tetapi juga ada kegiatan keluar bahkan ada acara jalan-jalan keluar Kota Yogyakarta. Karena lansia tidak boleh hanya didiamkan saja, tetapi harus tetap disentuh dan distimulus diberdayakan baik dengan aspek spiritual, kognitif, psikomotorik dan yang lainnya.
Sambutan pengarahan dan membuka acara oleh PDA Kota Yogyakarta disampaikan oleh Hj. Wuri Astuti Syamsudin yang mengawali sambutannya dengan spirit QS al-Hasyr ayat 18 tentang siklus kehidupan manusia, tentang masa lalu, saat ini dan masa depan, juga QS Ali Imran ayat 133-135. “Proses meraih dan menghadirkan taqwa harus kita upayakan dalam setiap tahap kehidupan, karena dengan taqwa ini Insya Allah setiap tahap kehidupan kita akan bahagia dan membahagiakan untuk sesama, apalagi di usia kita yang sudah senior, banyak para juwita (punjul suwidhak tahun (Bahasa Jawa) : lebih dari 60 tahun) ini. Untuk itulah SL Farahhayya ingin berkontribusi, menggapai taqwa calon penghuni surga." ungkapnya.
Wuri yang juga bergiat di TP PKK Kota Yogyakarta, Pokja 1 yang terkait langsung dengan lansia juga mengemukakan rasa syukurnya SL Farahhayya PDA Kota Yogyakarta sudah memenuhi syarat-syarat administratif pendirian sekolah lansia, seperti SK Pendirian, SK Pengurus dan SK Pengelola dan siap berpartisipasi nyata dalam mewujudkan kehidupan lansia yang lebih bermakna.
Setelah acara pembukaan dan istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan assesmen untuk semua peserta, dari team assesmen UNISA (Universitas ‘Aisyiyah) Yogyakarta. Dikoordinir oleh Mustaqim Setyo Ariyanti, S. Psi., M. Psi. (Kepala Biro Layanan Psikologi UNISA).
Acara dilanjutkan dengan perkenalan peserta dan pemaparan materi tentang “Komunikasi yang Membahagiakan” disampaikan oleh Dra. Hj Yundaru Nurantini, CHt. Hypnoterapi dari MEK (Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan) PDA Kota Yogyakarta. Ndaru mengemukakan ciri-ciri komunikasi yang membahagiakan yaitu kata-katanya lembut, mendengarkan dengan penuh perhatian (mendengar aktif), menghargai perbedaan pendapat dan memberi apresiasi dengan ketulusan seperti senyuman. (S. Intani)

