Sekolah Muhammadiyah Dominasi Anugerah Komunitas Lestari

Publish

20 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
115
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Komitmen Cetak Generasi Peduli Lingkungan

LAMTIM, Suara Muhammadiyah – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Timur. Kali ini SMA Muhammadiyah Al-Ghifari serta SMP Muhammadiyah Al-Ghifari Batanghari berhasil membuat bangga persyarikatan

SMA Muhammadiyah Al-Ghifari secara meyakinkan berhasil memborong dua penghargaan bergengsi sekaligus dalam ajang puncak Lamtim Sustainability Week 2026. Acara berskala daerah yang menjadi magnet para penggiat lingkungan ini diselenggarakan dengan meriah di Lapangan Merdeka, Kecamatan Bandar Sribhawono pada Sabtu, 18 April 2026. 

Keberhasilan sekolah ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem pendidikan memiliki peran krusial dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi.

Lamtim Sustainability Week 2026 sendiri merupakan sebuah inisiatif strategis yang digagas langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur melalui kolaborasi sinergis dengan organisasi lingkungan, Equiliber. Kegiatan akbar ini dirancang sebagai wadah edukasi sekaligus kampanye masif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap urgensi pelestarian alam di tengah ancaman perubahan iklim. 

Mengusung konsep keberlanjutan, festival ini menghadirkan berbagai kompetisi dan penganugerahan yang menitikberatkan pada inovasi hijau, kepedulian kelestarian alam, serta aksi nyata komunitas dan institusi pendidikan di wilayah Lampung Timur.

Dalam perhelatan akbar tersebut, SMA Muhammadiyah Al-Ghifari berhasil menyabet penghargaan utama berupa "Predikat Sekolah Lestari Mandiri" dalam ajang Anugerah Komunitas Lestari Lampung Timur 2026. Trofi dan piagam penghargaan diserahkan secara langsung oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan. 

Keberhasilan meraih predikat bergengsi ini tentu tidak didapatkan secara instan, melainkan sebuah pengakuan resmi dari pemerintah daerah atas konsistensi dan dedikasi sekolah tersebut dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan secara berkelanjutan kepada seluruh warga sekolah.

Lebih jauh, indikator penilaian yang membuat SMA Muhammadiyah Al-Ghifari dinobatkan sebagai Sekolah Lestari Mandiri sangat dititikberatkan pada implementasi nyata program-program berbasis pelestarian alam. Program tersebut tidak hanya menjadi wacana, tetapi terintegrasi langsung dengan kebiasaan sehari-hari peserta didik. Berbagai inisiatif unggulan yang dijalankan secara konsisten oleh sekolah menjadi bukti konkret bahwa pendidikan berwawasan lingkungan dapat diterapkan secara efektif dari tingkat dasar.

Kepala SMA Muhammadiyah Al-Ghifari, Anggia Dwi Larasati, M.Pd., menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas capaian luar biasa yang berhasil diraih oleh institusi pendidikan yang dipimpinnya tersebut. “Prestasi membanggakan ini sejatinya adalah buah manis dari kerja keras, kerja sama, serta komitmen bersama yang tak kenal lelah dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Kolaborasi yang solid antara siswa, dewan guru, dan seluruh elemen warga sekolah menjadi kunci utama keberhasilan kami,” ungkap Anggia saat dikonfirmasi seusai acara penyerahan penghargaan.

 

Selain penghargaan institusional, kebanggaan SMA Muhammadiyah Al-Ghifari semakin lengkap dengan prestasi gemilang di tingkat inovasi siswa. Perwakilan siswa mereka berhasil keluar sebagai Juara II dalam Lomba Business Plan (Rencana Bisnis) yang merupakan salah satu agenda kompetitif utama dalam rangkaian Festival Pelajar Peduli Lingkungan (FPPL). 

Kompetisi ini menantang para pelajar tingkat menengah atas untuk merancang dan mempresentasikan ide bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan komersial, tetapi juga harus mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial yang positif bagi masyarakat luas.

Rakha Ridwan, siswa yang ditunjuk sebagai perwakilan sekolah dalam kompetisi Business Plan tersebut, mengaku sangat bersyukur dan mendapatkan banyak pengalaman berharga dari partisipasinya. Menghadapi dewan juri yang kompeten dan bersaing dengan puluhan proposal inovatif dari berbagai sekolah lain di Lampung Timur memberikan tantangan tersendiri baginya. 

“Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti lomba Business Plan di tingkat kabupaten, dan saya sangat bersyukur bisa meraih juara kedua. Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan selama proses ini, terutama tentang pentingnya sinergi kerja sama tim, berpikir kritis, serta keberanian dalam menyampaikan ide-ide kreatif di depan publik,” tutur Rakha dengan antusias.

Capaian ganda yang membanggakan ini semakin mengukuhkan sekaligus merepresentasikan peran strategis SMA Muhammadiyah Al-Ghifari sebagai lembaga pendidikan terdepan di Kabupaten Lampung Timur. Mereka membuktikan bahwa sekolah dapat menjadi kawah candradimuka yang unggul secara kompetensi kurikulum, sekaligus proaktif sebagai agen perubahan dalam mendorong gerakan pelestarian lingkungan hidup. 

Ke depannya, rentetan prestasi ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai euforia semata, melainkan mampu menjadi inspirasi nyata dan pemantik semangat bagi institusi pendidikan lainnya untuk terus bergerak dan berkontribusi positif dalam bidang apa pun demi kemajuan daerah. 

Sekolah Lestari Mandiri 

Sementara itu SMP Muhammadiyah Al-Ghifari Batanghari sukses menyabet predikat “Sekolah Lestari Mandiri” pada kategori Green School dalam seremoni Anugerah Komunitas Lestari Lampung Timur. Berdasarkan keputusan tim penilai, SMP Muhammadiyah Al-Ghifari memperoleh nilai fantastis sebesar 100,2 dengan tingkat ketersesuaian mencapai 95 persen. Predikat prestisius ini dinyatakan berlaku hingga 31 Desember 2029, sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi sekolah dalam menerapkan budaya lingkungan yang berkelanjutan.

Prestasi membanggakan ini tidak hadir begitu saja, melainkan buah dari ikhtiar panjang dan persiapan yang matang. Jika melihat ke belakang, perjalanan menuju Sekolah Lestari Mandiri ini telah memasuki tahapan krusial pada awal tahun. Tepatnya pada Selasa, 27 Januari 2026, tim penilai telah melakukan visitasi dan verifikasi lapangan secara mendalam terhadap kategori Green School di lingkungan SMP Muhammadiyah Al-Ghifari.

Dalam proses penilaian tersebut, berbagai aspek dievaluasi, mulai dari ruang terbuka hijau, air bersih dan sanitasi layak,energi baru dan terjangkau,  pengelolaan limbah sampah, ruang sehat dan nyaman, serta edukasi dan inovasi. Inovasi yang dihadirkan oleh sekolah ini dinilai mampu melampaui standar dasar, sehingga layak mendapatkan predikat "Mandiri" yang merupakan level tertinggi dalam penghargaan ini.

Kepala SMP Muhammadiyah Al-Ghifari, M. Romadona, S.Pd., menyatakan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas keberhasilan yang diperoleh SMP Muhammadiyah Al-Ghifari.

"Bismillah, kabar bahagia untuk kita semua keluarga besar SMP Muhammadiyah Al-Ghifari. Alhamdulillah, sekolah kita ditetapkan sebagai Sekolah Lestari Mandiri dengan nilai fantastis 100,2 (95 persen). Pencapaian ini adalah kado indah atas perjuangan ustadz dan ustadzah yang luar biasa. Terima kasih telah bergerak bersama, bekerja tanpa lelah, dan menjaga semangat 'Lestari' di setiap sudut sekolah kita," ungkapnya dengan nada haru.

Ia juga berpesan kepada seluruh civitas akademika agar tidak cepat berpuas diri. "Saya bangga memiliki tim sehebat antum semua. Teruslah menginspirasi, karena predikat ini adalah amanah bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik bagi generasi mendatang. Jazakumullah khairan katsiran," imbuhnya.

Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, M.E., M.A.P. yang hadir dalam acara tersebut turut memberikan apresiasi tinggi kepada institusi pendidikan yang berani mengambil peran dalam pelestarian alam. Ia menegaskan bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab lintas sektoral.

"Menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan," tutur Bupati.

Ia juga mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan institusi pendidikan terus berinovasi dalam program pembangunan berkelanjutan. "Melalui kolaborasi yang baik, saya yakin kita dapat mewujudkan Lampung Timur sebagai daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga lestari secara lingkungan," pungkasnya. (adl/pri/naq)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Halal Bihalal Pererat Ukhuwah  PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mempererat ....

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Kamis, 14 November 2024, Direktur Utama Suara Muhammadiyah Den....

Suara Muhammadiyah

14 November 2024

Berita

GUANGZHOU, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakart....

Suara Muhammadiyah

14 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - “Sebagai khalifah di bumi, kita tidak hanya diminta beribadah....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Kementerian Riset dan Keilmuan bersama Divisi Pemberdayaan Ma....

Suara Muhammadiyah

9 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah