Sekolah Muhammadiyah Harus Tinggalkan Pola Tradisional dan Beralih ke Manajemen Profesional

Suara Muhammadiyah

26 July 2026

192
Prof Dr Irwan Akib, MPd

Prof Dr Irwan Akib, MPd

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Sekolah Muhammadiyah harus meninggalkan pola pengelolaan tradisional, dan beralih menuju manajemen yang profesional.

“Sekolah tidak lagi dapat bertahan dengan cara kerja lama atau sekadar mengandalkan nama besar Muhammadiyah,” tekan Irwan Akib.

Di samping itu, harus mengedepankan sifat akuntabel, berbasis data, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menurut Irwan, transformasi diperlukan karena lembaga pendidikan Muhammadiyah menghadapi perubahan teknologi, karakter generasi baru, serta persaingan antar-sekolah yang semakin ketat.

“Muhammadiyah ini terkenal sebagai organisasi modern, tetapi sekolahnya dikelola dengan cara-cara tradisional. Itu sudah sangat ketinggalan,” katanya, Sabtu (25/7) dalam Rapat Koordinasi Wilayah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel.

Irwan mengingatkan bahwa pola pikir yang menganggap sekolah akan tetap berjalan tanpa melakukan perubahan harus ditinggalkan. Lembaga pendidikan yang merasa cukup dengan kondisi saat ini berisiko tertinggal dan tergilas oleh perubahan zaman.

“Kalau kita masih mengelola sekolah apa adanya, saya kira tidak cukup dalam kondisi hari ini. Kita harus memiliki pikiran-pikiran bagaimana sekolah dikelola secara profesional dan bagaimana akuntabilitasnya,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Salah satu bentuk transformasi tersebut ialah penerapan manajemen berbasis data. Sekolah perlu mencandra jumlah calon murid, asal sekolah, karakteristik masyarakat sekitar, hingga kebutuhan orangtua sebelum menyusun strategi penerimaan murid baru.

“Sekolah kita sudah harus berbasis data. Tidak bisa lagi tidak memiliki prediksi data,” katanya.

Pada saat yang sama, Sekolah Muhammadiyah perlu memiliki ukuran mutu tambahan yang mencerminkan karakter persyarikatan. Keunggulan akademik harus berjalan bersama pembentukan karakter serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan atau ISMUBA.

“Sekolah Muhammadiyah boleh unggul dalam standar akreditasi. Namun, unggul dengan standar nasional saja tidak cukup kalau ISMUBA-nya tidak tergarap,” kata Irwan.

Menurut dia, ISMUBA semestinya tidak hanya hadir sebagai mata pelajaran atau menjadi pembagian jam mengajar bagi guru. “Nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi jiwa yang mewarnai tata kelola, budaya sekolah, pembelajaran, dan pembentukan karakter peserta didik,” tuturnya.

Selain itu, Irwan mendudukan tren transformasi saat ini, menuntut peningkatan kompetensi guru. Irwan mengingatkan, guru tidak dapat lagi hanya memindahkan isi buku teks kepada murid karena berbagai pengetahuan dasar kini dapat diperoleh secara cepat melalui kecerdasan buatan.

“Kalau hanya sekadar pengetahuan, anak-anak bisa meminta jawaban dari AI. Kalau guru-guru kita tidak di-upgrade setiap saat, mereka akan tertinggal,” ujarnya.

Menurut dia, pimpinan sekolah tidak boleh berada di zona nyaman. Jabatan kepemimpinan harus menjadi pendorong untuk terus bergerak, melakukan inovasi, dan mencari terobosan bagi kemajuan lembaga.

Ia juga meminta persoalan internal sekolah diselesaikan secara berjenjang dan tidak diumbar ke media sosial. Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk mempromosikan prestasi serta keunggulan sekolah, bukan menyebarkan konflik internal yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.

“Kita berusaha mengubah pasir menjadi emas, menjadi mutiara. Bukan persoalan bisa atau tidak bisa, melainkan mau atau tidak mau. Sepanjang kita mau, akan ada perubahan,” tandasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

NTT, Suara Muhammadiyah – Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan meni....

Suara Muhammadiyah

8 December 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Pada era banjir konten digital, kemampuan memilih tontonan secar....

Suara Muhammadiyah

10 July 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Empat orang tim Pengabdian Masyarakat internasional FAI UMSU kembali mel....

Suara Muhammadiyah

25 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - (18/01) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yo....

Suara Muhammadiyah

18 January 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Bantuan beras sebanyak 30 ton yang berasal dari NGO Bulan Sabit Me....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah