Sekolah Muhammadiyah Hebat Jika Dikelola oleh Manajer yang Hebat

Publish

23 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
381
Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP. Foto: Pachrul

Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP. Foto: Pachrul

BANDAR LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy menyampaikan apresiasinya kepada para kader, Guru dan kepala sekolah Muhammadiyah yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Lampung. Ia menilai para kepala sekolah yang menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut menunjukkan semangat dan kapasitas luar biasa.

“Senang rasanya melihat kader-kader Muhammadiyah yang hebat, apalagi kepala-kepala sekolah di Bimtek Lampung ini adalah para fasilitator. Mereka memahami bahwa fasilitator sejati adalah seorang manajer,” katanya saat Pembukaan Bimtek pembelajaran mendalam, koding AI dan Penguatan Pendidikan Karakter Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, regional Lampung di Swiss Bell Hotel Lampung, Kota Bandar Lampung, Rabu (22/10).

Menurutnya, kekuatan utama dalam memajukan sekolah Muhammadiyah terletak pada kemampuan manajerial para pemimpinnya. Kelemahan Muhammadiyah di banyak lini selama ini ada pada aspek manajerial, terutama manajerial yang modern.

"Jika sekolah-sekolah Muhammadiyah dikelola oleh orang yang memiliki keterampilan manajerial yang baik, Insya Allah pasti berhasil," tegasnya.

Muhadjir menilai kegiatan Bimtek ini merupakan “panen luar biasa” dalam upaya meningkatkan kapasitas kepala sekolah sebagai manajer. Ia menekankan bahwa keberhasilan sekolah 60 persen ditentukan oleh kemampuan manajernya.

“Di tangan manajer yang hebat, materi yang biasa pun bisa menjadi luar biasa. Sebaliknya, jika manajernya lemah, materi yang bagus bisa menjadi tidak bermakna,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhadjir mengingatkan pentingnya memperkuat pendidikan karakter di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ia menilai ide-ide besar Muhammadiyah perlu terus diterapkan secara sungguh-sungguh.

"Sekolah Muhammadiyah sudah ada di jalan yang benar. Jika Bimtek seperti ini dijalankan secara intensif, saya yakin sekolah Muhammadiyah bisa menjadi barisan terdepan dalam pendidikan di Indonesia," bebernya.

Menyoroti tantangan pendidikan karakter, Muhadjir mencontohkan program full day school yang pernah ia gagas. “Dulu ide full day school mendapat banyak penolakan, padahal itu adalah bentuk pendidikan karakter,” tuturnya.

Ia juga menegaskan perlunya tanggung jawab sekolah dalam memastikan keamanan dan pengawasan anak didik. Sekolah harus memastikan bahwa ketika anak pulang, mereka sudah dijemput atau berada di tangan orang tua yang sudah ada di rumah. Karena kerusakan karakter sering terjadi di celah antara waktu pulang sekolah hingga sampai di rumah.

“Sekolah-sekolah Muhammadiyah harus sadar betul posisinya. Jangan berharap ada institusi lain yang lebih bertanggung jawab untuk memajukan umat Islam. Kitalah yang menjadi taruhan untuk masa depan Indonesia, dengan semangat Islam berkemajuan,” tandasnya. (Rul/Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BUTON, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) membanggakan hasil gemila....

Suara Muhammadiyah

17 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kajian jelang berbuka Masjid Islamic Center UAD sebagai aktivitas r....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 455 orang tua murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kot....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

KETAPANG, Suara muhammadiyah– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (KEMENDIKDASMEN) bersa....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar pelatihan Audit....

Suara Muhammadiyah

28 May 2024