Selamat! Dosen Prodi PIAUD UM Bandung Lolos Beasiswa PhD UMAM

Suara Muhammadiyah

12 August 2025

930
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri tak pernah padam di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Sejak berdiri pada 2016, kampus ini konsisten mendorong para dosennya untuk melanjutkan studi hingga jenjang tertinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu kabar membanggakan datang dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Lilis Lismarina, salah satu dosen prodi tersebut, berhasil meraih beasiswa S3 di Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dalam program PhD in Education yang didanai oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Scholarship.

Bagi Lilis, kabar kelulusan ini adalah sebuah anugerah dan pencapaian besar. Sejak lama ia memimpikan untuk menyelesaikan pendidikan S3 sesegera mungkin selepas S2. Kini, dengan dukungan beasiswa dan fleksibilitas studi yang ditawarkan UMAM—kampus luar negeri pertama milik Muhammadiyah—mimpinya kian dekat menjadi nyata.

”Awal ikut program beasiswa ini saat ada sosialisasi pra-PhD yang diselenggarakan UMAM pada awal 2025 di UM Bandung. Saya mencoba mendaftar, melalui serangkaian proses, dan alhamdulillah, akhirnya dinyatakan lolos,” ungkap Lilis penuh rasa syukur di UM Bandung pada Selasa (12/08/2025).

Perjalanannya dimulai dengan mendaftar kuliah melalui situs resmi UMAM, lalu mengajukan beasiswa Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tahap berikutnya adalah tes wawancara, hingga akhirnya ia menerima Letter of Acceptance (LoA) dari UMAM bahkan sebelum proses wawancara beasiswa berlangsung. Meski publikasi karya ilmiah tidak secara eksplisit menjadi syarat, Lilis yakin hal itu menjadi nilai tambah yang memperkuat kelulusannya.

Uniknya, di saat bersamaan Lilis juga mengikuti pendaftaran Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI). Namun, kendala teknis menghalanginya di PDDI. Tak disangka, tak lama kemudian, pengumuman beasiswa Pimpinan Pusat Muhammadiyah justru menjadi kabar gembira yang dinanti. ”Dahulu saya bercita-cita bisa lolos S3 di usia 25-an, sekarang baru mulai di usia 29. Alhamdulillah, ini tetap sebuah pencapaian yang saya syukuri,” ujarnya.

Lilis juga berharap semakin banyak rekan dosen di UM Bandung yang melanjutkan pendidikan S3, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya dosen merupakan kunci mencetak calon pemimpin bangsa yang unggul.

Dengan beasiswa ini, Lilis semakin termotivasi untuk terus mengabdi melalui perkuliahan dan riset di bidang pendidikan anak usia dini, khususnya pendidikan seni. Ia percaya, pendidikan yang berkualitas bukan hanya membentuk individu cerdas, melainkan mencerahkan masa depan bangsa. ”Semoga langkah kecil ini bisa memberi dampak besar bagi anak-anak Indonesia di masa depan,” tutupnya.***(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta....

Suara Muhammadiyah

11 June 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Semangat kolaborasi menyelimuti gedung SMAMDA Tower pada Sabtu (25/4/....

Suara Muhammadiyah

25 April 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Akhir-akhir ini gerakan dakwah berbasis ekologis semakin menemukan mome....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta menggelar acara Tutup Tahun d....

Suara Muhammadiyah

20 June 2026

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais menyampaikan empat hal penting dal....

Suara Muhammadiyah

1 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah