Semangat Memberi Menjadi Tarikan Napas Kehidupan Warga Persyarikatan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
422
Drs H Ahmad Dahlan Rais, MHum

Drs H Ahmad Dahlan Rais, MHum

TULUNGAGUNG, Suara Muhammadiyah – 113 menjadi usia Muhammadiyah saat ini. Di sinilah titik vitalnya penekanan kesyukuran berlaku, dan sudah semestinyalah dipraktikkan oleh seluruh warga Persyarikatan di mana pun berada.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais menyampaikan hal tersebut saat Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah di Muhammadiyah Boarding School (MBS) 2 Tulungagung Bakah, Mergayu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Ahad (7/12).

“Itu merupakan suatu nikmat dan karunia. Makanya dengan Muhammadiyah berusia panjang, harus kita syukuri, Alhamdulillah,” katanya.

Sampai hari ini pun, Muhammadiyah juga masih tetap sehat. Buktinya, Muhammadiyah merespons cepat penanggulangan kebencanaan yang melanda Pulau Sumatera; Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Saling bahu membahu memikul beban yang luar biasa. Saya kira ini suatu kerusakan yang maha dahsyat. Ratusan orang meninggal, belum lagi yang hilang, yang luka-luka. Dan pasti, ratusan juga orang yang kehilangan tempat tinggal,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Muhammadiyah tumbuh berkembang. Hal ini bisa ditinjau dari Malayasia, misalnya, Muhammadiyah sendiri sudah punya Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Juga di Australia pun, memiliki Muhammadiyah Australia College (MAC).

Bagi Dahlan, akumulasi dari itu semua meniscayakan kehadiran Muhammadiyah senapas dengan Qs ar Ra’d [13] ayat 17, di mana Muhammadiyah selalu memberi manfaat kepada seluruh umat manusia. Yang dari sinilah kemudian, akan tetap berada di bumi.

“Jadi kita ini bisa bermilad tidak hanya 113, mungkin sampai tahun 200 miladnya besok. Selama apa? Selama kehadiran Muhammadiyah, kehadiran kita secara perorangan ini memberikan manfaat. Yang memberikan manfaat akan tetap berada di muka bumi,” tegasnya.

Sungguhpun betapa fundamentalnya ayat tersebut, sehingga implikasinya sangat kuat sekali dengan kiprah yang dilakukan Muhammadiyah selama ini dengan dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat. Karenanya, Dahlan mengajak untuk jalani hidup dengan senantiasa memberikan nilai kemaslahatan untuk sesama manusia.

“Jadi ini menjadi kunci kita. Marilah kita hidup ini memberikan manfaat,” pesannya. Yang pada sisi lain, filosofi hidup itu esensinya adalah memberi. “Bukan menerima,” ungkapnya. Maka, warga Persyarikatan mesti memegang prinsip ini dengan sebaik-baiknya.

Yadul ulya khairun minal yadis suflaa, ‘Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.’ Jadi niat kita itu untuk memberi, bukan untuk meminta. Semangat ini harus kita miliki,” tukasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

WATAMPONE, Suara Muhammadiyah – Rakerwil LAZISMU Sulsel resmi dibuka pada 22-23 Februari 2025 ....

Suara Muhammadiyah

23 February 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Dalam konferensi Mufasir Muhammadiyah 3 yang berlangsung di Kulonp....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menembus peringkat ....

Suara Muhammadiyah

22 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada 29 September 2023 SD Muhammadiyah 1 Jakarta Gerakan Pedulu Sampah....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ramadhan menjadi kesempatan untuk bersedekah. “Kita ingin ....

Suara Muhammadiyah

3 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah