Seminar Nasional Pra-Tanwir Aisyiyah: Membangun Swasembada Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1253
Seminar Nasional Pra Tanwir Aisyiyah

Seminar Nasional Pra Tanwir Aisyiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Ahmad Dahlan menjadi tuan rumah seminar nasional pra-Tanwir Aisyiyah dengan tema "Optimalisasi Peran Strategis Aisyiyah dalam Swasembada Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat". Acara ini menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan ahli untuk membahas pentingnya swasembada pangan dan tentang bagaimana peran strategis Aisyiyah untuk mencapai kemandirian di sektor pangan tersebut.

Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Dra. Latifah Iskandar menekankan pentingnya swasembada pangan untuk keberlanjutan sebuah bangsa.

"Sektor pangan merupakan fondasi kesejahteraan rakyat dan kunci untuk mencapai kemajuan bangsa. Oleh karena itu, kita harus memprioritaskan kemandirian pangan," ujarnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Yudi Sastro mengakui potensi besar yang dimiliki Aisyiyah dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan.

"Aisyiyah memiliki jaringan yang luas dan pengalaman dalam pengembangan masyarakat. Kita perlu memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan produksi pangan dan mencapai swasembada," katanya.

Yudi Sastro juga menekankan pentingnya transformasi pertanian untuk menarik minat generasi muda. "Kita harus membuat pertanian lebih menarik dan menguntungkan bagi generasi muda. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan produksi pangan dan mencapai kemandirian pangan," ujarnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Subejo, PhD, menyoroti pentingnya optimalisasi pekarangan untuk meningkatkan produksi pangan. "Pekarangan yang tidak termanfaatkan masih menjadi kendala bagi masyarakat kita. Kita harus mengoptimalkan pekarangan untuk meningkatkan produksi pangan dan mencapai swasembada," ujarnya.

Terkait bagaimana strategi peningkatan produksi pangan, Yudi Sastro mengemukakan beberapa langkah alternatif untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan stabilitas pangan. Pertama, Intensifikasi, yaitu peningkatan produksi pangan melalui teknologi pertanian modern, penggunaan varietas unggul, pengelolaan sumber daya alam yang efektif dan penerapan pertanian presisi.

Kedua, diversifikasi adalah pengembangan tanaman pangan yang beragam untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis tanaman, seperti pengembangan tanaman pangan lokal dan alternatif. Dan ketiga, ekstensifikasi, yaitu perluasan area pertanian untuk meningkatkan produksi pangan, termasuk pengembangan lahan pertanian baru dan rehabilitasi lahan pertanian yang tidak produktif. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BLANGPIDIE, Suara Muhammadiyah - Pembukaan kegiatan Pelatihan SPAB disertai dengan Launching Daycare....

Suara Muhammadiyah

11 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) menjadi salah satu program yang....

Suara Muhammadiyah

31 October 2024

Berita

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah - Pada 23-25 Agustus 2024 - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pu....

Suara Muhammadiyah

24 August 2024

Berita

10 PTMA Dengan Impact Rank Website Tertinggi se-Indonesia Impact Website Secara Umum Pengertian Im....

Suara Muhammadiyah

9 February 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah