CILACAP, Suara Muhammadiyah - Ratusan sobat cilik Lazismu mendapatkan perlengkapan alat tulis sekolah dan santunan uang saku. Dalam acara Cerita Ramadan bersama sobat cilik Lazismu sekaligus buka bersama. Di adakan di Hall Room Hotel Sindoro Kota Cilacap, Ahad (08/03).
Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso menjelaskan penerima santunan sebanyak 124 anak yatim dari seluruh Kantor Layanan (KL) di area Cilacap Kab ota dan AUM. Santunan diberikan kepada sobat cilik Lazismu, per anak diberikan senilai Rp 250 ribu, berupa pelengkapan alat tulis sekolah dan uang saku. "Berupa pelengkapan alat tulis sekolah dan uang saku serta buka puasa bersama," ucapnya.
Kantor Layanan Lazismu SMP Muhammadiyah 1 ( Mutu) Plus Cilacap, Siti Nurjanah mengatakan siswa penerima pelengkapan alat tulis sekolah dan santunan uang saku dari kelas 7, 8 dan 9. "SMP Mutu Plus Cilacap, sejumlah 21 siswa yang menerimanya. Semoga bermanfaat bagi para siswa," katanya.
Salah satu penerima perlengkapan alat tulis sekolah dan santunan, Rafi Ramadhan siswa kelas 8 Atlet SMP Mutu Plus Cilacap menyampaikan terimakasih karna telah mendapatkan perlengkapan alat tulis sekolah dan santunan. "Perlengkapan alat tulis sekolah, untuk di gunakan disekolah dan dirumah. Agar lebih fokus belajar dan mendapatkan prestasi yang memuaskan,' ujarnya.
Acara diisi dengan dongen Islami oleh Ustad Tri Widodo dalam acara ini disampaikan mengenai akhlak yang baik bagi anak-anak seperti sifat-sifat terpuji diantaranya yaitu pemaaf. "Moment lebaran agar anak-anak bisa mengerti dan paham makna memaafkan, seperti kisah Nabi Yusuf AS," harapnya.
Ketua PDM Cilacap, Habib Ghozali menyampaikan kegiatan Cerita Ramadan bersama sobat cilik Lazismu sangat luar biasa. "Kegiatan ini, diprakarsai oleh Lazismu daerah," ucapnya.
Karena di Bulan Ramadan, maka harus membudayakan berbagi sesama umat. "Kita terus melakukan inovasi-inovasi baru bagaimana kita melakukan budaya memberi kepada semua pihak. Khususnya kepada anak yatim," jelasnya.
Kebetulan santunan dialokasikan ke perlengkapan alat tulis sekolah dan santunan uang saku. "Kepentingan untuk pendidikan kita, cerdas mencerdaskan. Jadi tidak hanya memberikan tetapi juga mencerdaskan," pungkasnya. (Wasis)
