Spirit Maulid Nabi Mendorong Perbaikan Akhlak

Suara Muhammadiyah

23 August 2026

402
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SUMEDANG, Suara Muhammadiyah – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan melimputi kediaman Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Rancamulya H Arwan Azis.

Puluhan warga persyarikatan tampak memadati area majelis dalam rangka mengikuti pengajian rutin PRM Mulyasari, Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (22/08/2026).

Sebanyak 72 jamaah hadir menyimak pemaparan materi yang mengusung tema bernas dan krusial "Pentingnya Maulid Nabi Perspektif Muhammadiyah (Korelasinya dengan Kemerdekaan dan Situasi Kondisi Negara Hari Ini)".

Pengajian ini menghadirkan penceramah Dr Supala MAg yang mengupas tuntas keterkaitan risalah kenabian dengan dinamika kebangsaan terkini.

Kehadiran para tokoh penting persyarikatan lintas tingkatan juga menegaskan kokohnya konsolidasi dakwah di wilayah Sumedang Utara.

Tampak hadir di barisan jamaah yakni Drs H Dede Mulyarsa (Ketua PCM Sumedang Utara), Umi Susan Sundari MPd (Ketua PD Aisyiyah Sumedang), Dra Ina Karolina (Ketua PCA Sumedang Utara), dan MT Hartono Ikhsan MPd (Sekretaris PDM Sumedang).

Mengawali tausiahnya, Ustad Supala mengklarifikasi sudut pandang Muhammadiyah terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Mengacu pada penegasan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dia menjelaskan bahwa memperingati Maulid Nabi pada dasarnya berstatus mubah (boleh).

Selama diniatkan sebagai wahana dakwah, syiar Islam, dan sarana meneladani rekam jejak kehidupan Rasulullah SAW.

"Muhammadiyah tidak mengharamkan peringatan Maulid Nabi, selama kegiatan tersebut bersih dari unsur syirik, TBC (tahayul, bid'ah, churafat), dan tidak diisi dengan amalan seremonial yang melenceng dari ajaran Islam. Peringatan ini harus dikembalikan pada esensinya, yakni mengambil iktibar dan menghidupkan nilai kenabian dalam kehidupan sehari-hari," tegas Supala.

Ia memeringatkan agar umat Islam tidak terjebak pada ritualitas seremonial yang hanya megah secara fisik tetapi kosong dari substansi perubahan akhlak.

Menghubungkan tema dengan realitas kebangsaan, Ustad Supala menekankan pentingnya merefleksikan nilai Maulid Nabi dalam menjaga kemerdekaan Republik Indonesia.

Kemerdekaan yang diraih bangsa ini tidak lepas dari spirit perjuangan Islam dan tajdid (pembaruan) yang menolak segala bentuk penjajahan dan ketidakadilan.

Di tengah kondisi negara hari ini yang diwarnai tantangan demoralisasi, ketimpangan ekonomi, serta dinamika sosial-politik yang rentan memecah belah persatuan, warga Muhammadiyah diajak untuk membangkitkan kembali spirit risalah kenabian.

Rasulullah SAW dihadirkan oleh Allah SWT sebagai rahmatan lil 'alamin yang membawa misi pembebasan dan pencerahan peradaban.***


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Banda Aceh, Dr. Aslam Nur M....

Suara Muhammadiyah

7 April 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar kegiatan Darul Arqam Pa....

Suara Muhammadiyah

16 April 2026

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa yang tergabung dalam Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Unive....

Suara Muhammadiyah

29 March 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhamm....

Suara Muhammadiyah

3 December 2023

Berita

BANTAENG, Suara Muhammadiyah - Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazis....

Suara Muhammadiyah

22 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah