SPKL-MU: Hijrah, Berjamaah, dan Berbagi Peran

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
253
Dok. Istimewa

Dok. Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pergeseran besar tengah terjadi. Entah kita sadari atau tidak, kendaraan listrik mulai banyak berseliweran di jalan-jalan perkotaan. Bahkan di ruas jalan pedesaan, cukup banyak masyarakat mulai menggunakan sepeda listrik untuk berpergian jarak dekat, entah pergi ke masjid atau pasar, mengantar anak ke sekolah, atau mengantar barang pesanan (kurir) antar kampung. Hal ini setidaknya memberi tahu kita satu hal, bahwa era kendaraan berbahan bakar fosil, meski tidak sepenuhnya ditinggalkan, tapi mulai menemukan pesaingnya. Pesaing yang dalam waktu dekat akan mendominasi banyak hal. 
Selain dinilai ramah lingkungan, Electric Vehicle (EV) menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi berupa biaya operasional dan perawatan yang jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan konvensional. Juga tidak menimbulkan bising suara knalpot dan nir polutan. Muhammadiyah melalui Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta telah memelopori peneliian dan pengembangan kendaraan listrik sejak tahun 2018. Pada ramadan 2025, Betrik 1912 (Becak Listrik) diluncurkan dan dihibahkan kepada Paguyuban Abang Becak KH. Ahmad Dahlan (PABELAN) di halaman SM Tower Yogyakarta.

Oleh karena itu, untuk menyambut era baru tersebut, LP UMKM Jawa Tengah dan DIY bersama VGreen Indonesia dan PT Matha Aru Teknologi (MAT) selaku Main Consultant Network Development VGreen melakukan kerjasama sekaligus konsolidasi strategis guna menyiapkan infrastruktur utama bagi kendaraan listrik VinFast. Salah satunya berupa pendirian  SPLK-MU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Muhammadiyah) di lebih 2.000 titik di Jateng dan DIY sebagaimana telah dikurasi dan disetujui VGreen Indonesia. VGreen Indonesia merupakan anak perusahaan VinGroup yang bergerak secara khusus menyiapkan infrastruktur SPKL bagi VinFast. Saat ini VinFast sedang menyelesaikan pembangunan tahap akhir industri EV di Subang Jawa Barat seluas 120 hektar.  

“Ketika kendaraan listrik berkembang, maka yang tumbuh bukan hanya industri mobil dan kendaraan roda dua, tetapi juga infrastruktur pengisian daya, layanan pendukung (sales, service, sparepart), hingga model bisnis baru berbasis energi. Dalam konteks ini, kehadiran SPLK-MU menjadi sangat penting,” ujar Khafid Sirotudin saat menyampaikan sambutannya di Aula Gedung PP Muhammadiyah Jalan KH Ahmad Dahlan No 103 Yogyakarta (Sabtu, 20/6/2026).

Hadir dalam pertemuan ini, Project Officer Management SPKL-MU VGreen LP-UMKM PWM Jateng dan DIY, Direktur Komisaris dan Corporate Lawyer PT MAT, PIC SPKL-MU dari berbagai zona kabupaten-kota se Jateng dan DIY.

Di tengah perubahan besar ini, Muhammadiyah melalui LP UMKM Jawa Tengah dan DIY merasa berkepentingan untuk hadir sebagai pemain, bukan penonton atau pemandu sorak di pinggir lapangan. Hal ini bukan tanpa alasan. Sejak berdiri di Kauman pada 18 November 1912, Muhammadiyah datang sebagai pelopor perubahan di masyarakat. Menggebrak kejumudan dan mengganti budaya lama dengan amal usaha berkemajuan yang melampaui zaman. Budaya kepeloporan yang dilakukan Muhammadiyah ini telah menjadi karakter dan budaya organisasi yang mendarah daging sampai hari sekarang.

“Kalau membaca sejarah Satu Abad Muhammadiyah, kita sudah terbiasa membangun hal-hal besar, diantaranya merubah arah kiblat, mendirikan Suara Muhammadiyah yang saat ini menjadi media tertua di Indonesia, mendirikan lembaga pendidikan tingkat Dasar dan Menengah hingga Perguruan Tinggi, rumah sakit dan poliklinik, pelopor pelembagaan dan pengelolaan zakat infak sedekah, serta paling mutakhir melaunching KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal). Artinya, secara organisasi, kita punya sejarah dan peradaban unggul,” paparnya.

Khafid menegaskan bahwa kepeloporan Muhammadiyah dalam berbagai aspek kehidupan menjadi identitas yang terus dijaga dan dirawat hingga sekarang. Salah satunya melalui program pendirian SPLK-MU VGreen tahap pertama di 2.000-an lokasi AUM di Jateng dan DIY.

“Sesuai arahan LP-UMKM PP Muhammadiyah, Jateng dan DIY diminta untuk mengawali dan menjadi pilot project pendirian SPKL-MU VGreen ini”, tambahnya.

“V-Green Indonesia berencana membangun 80-100 ribu BSS (Battery Swap Station) untuk kendaraan roda dua dan EVCS (Electric Vehicle Charger Station) untuk mobil di seluruh Indonesia sebagai infrastruktur pendukung EV merk Vinfast. Tentu membutuhkan kerja keras, sinergi, kolaborasi dengan berbagai pihak, selain investasi yang yang besar. Hal yang tidak dilakukan oleh korporasi industri mobil dan kendaraan bermotor dari berbagai negara yang telah hadir lebih dahulu. Kita tidak ingin Indonesia hanya sekedar dijadikan target pasar, kita harus menjadi pemain di dalam ekosistem EV,” ucap Khafid sebagai penegasan dari karakter dan etos Muhammadiyah yang selalu berjamaah dengan stakeholders di luar persyarikatan dalam mengeksekusi berbagai macam program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga kemanusiaan universal.

“Hakekat hidup itu berjamaah. Berjamaah harus memenuhi syarat, rukun dan ketentuan yang berlaku. Musti ada muadzin, imam, makmum, shaft yang tertata rapi  dan serangkaian ritual ibadah yang dijalankan. Maka dari itu, mari kita berbagi peran,” katanya.

“LPUMKM menginisiasi pendirian SPKL-MU, Jaringan Saudagar Muhammadiyah menjadi Distributor atau Dealer serta Supply and Chain spare-part VinFast, Majelis Dikdasmen melalui SMK Muhammadiyah mendirikan bengkel (service point) Vinfast, Majelis DiktiLitbang melalui beberapa PTMA bekerjasama dalam riset dan pengembangan teknologi EV,” ungkapnya. 

Ketua LP-UMKM PWM Jateng memberikan plakat cinderamata kepada CEO VGreen Indonesia, 10/06/2026.
Caption

 

Khafid pun bercerita tentang hasil pertemuannya dengan CEO V-Green Indonesia beberapa waktu yang lalu di Jakarta. CEO V-Green Indonesia, Mr. Edison Mai Truong Giang sangat senang bekerjasama dengan Muhammadiyah dalam pendirian SPKLMU. Dia menyatakan sangat terbuka untuk bekerjasama dalam pengembangan pasar, industri dan teknologi EV.  Selain memiliki pengalaman panjang mengelola puluhan ribu amal usaha, posisi lokasi AUM sangat penting sebagai pusat berbagai aktivitas masyarakat yang telah berjalan puluhan tahun. Berbagai kegiatan rutin di lingkungan AUM ini menjadi daya tawar yang menarik bagi siapa saja yang ingin menjalin kerjasama dengan Muhammadiyah. Juga kehadiran AUM secara alamiah telah membangun sebuah ekosistem ekonomi, bisnis, sosial budaya dan peradaban tersendiri bagi masyarakat.

Melihat jauh ke depan, Ketua Bidang Perkaderan Komunitas MPKSDI PP Muhammadiyah itu menjelaskan, bukan sekedar SPKL-MU yang akan dibangun di ribuan titik lokasi AUM. Secara tidak langsung, SPKL-MU mampu menjadi pusat pertumbuhan usaha mikro dan kecil binaan dan jejaring LP-UMKM Muhammadiyah. Juga menjadi prasarana dan sarana promosi digital AUM yang mendunia dalam menebarkan ideologi Muhammadiyah yang rahmatal lil alamin. Dari satu titik SPKLMU, bisa lahir dan berkembang jutaan UMKM yang saling terhubung (UKM Hub). Dari satu titik SPKL-MU, kita bisa menggerakkan puluhan UMKM, membangun pasar internal, menghubungkan pelaku usaha, menebar manfaat bagi warga sekitar, hingga menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

“Selama ini di setiap titik lokasi AUM, telah menjadi tempat berkumpul beragam aktivitas dan menjadi tempat masyarakat berinteraksi secara spiritual, intelektual, sosial, dan ekonomi. Banyak diantara aset AUM itu berada di tempat yang potensial secara ekonomi untuk disewakan dan didirikan SPKL-MU V-Green. Dan yang pasti, AUM tidak perlu mengeluarkan dana investasi sebagaimana kita membangun SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaran Listrik Umum) yang multy user untuk EV. Sebab, setiap 1 unit SPKLU butuh ivestasi Rp 125-150 juta. Sebaliknya, di setiap lokasi SPKL-MU VGreen, AUM mendapatkan profit dari uang sewa yang dibayarkan di muka setiap tahun serta manfaat atau benefit  lain yang lebih besar ,” jelas Khafid.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi pendirian SPKL-MU ini dapat menjadi salah satu ihtiar hijrah ala LP-UMKM Muhammadiyah. Mengambil peran aktif pada transisi perubahan, dari  era kendaraan bermotor berbahan bakar fosil menuju bahan bakar non-fosil. Juga membantu negara, khususnya BUMN, yang mengalami kerugian besar akibat over supply yang harus dibayar PLN kepada beragam perusahaan swasta pemasok daya listrik. SPKL-MU menjadi pelopor dalam menghadirkan infrastruktur dan ekosistem UMKM yang berorietasi amal saleh di bidang sosial, green economy, green energy dan lingkungan. Inilah landasan mengapa amal saleh melalui AUM pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi memiliki derajat yang tinggi di Muhammadiyah, sebagaimana KH Ahmad Dahlan telah menjawab pertanyaan dan permasalahan bangsa dengan aksi nyata pada jamannya. Sebuah keteladanan mendahulukan membangun sekolah, rumah sakit dan panti sosial anak yatim yang dibutuhkan masyarakat dibandingkan membangun sebuah masjid dan tempat ibadah yang megah. Maknanya, bahwa menghadirkan kesalehan amal sosial dan peradaban lebih diutamakan daripada mengejar kesalehan ritual personal.   
Sesuai arahan LP-UMKM PP Muhammadiyah, LP-UMKM Jateng dan DIY diminta komitmen untuk mendampingi serta memperluas pendirian SPKL-MU di 19 PWM yang telah berdiri LP-UMKM.

Khafid menambahkan, “Setelah SPKLMU VGreen di Jateng dan DIY mulai berdiri, sambil melakukan monitoring dan evaluasi progress report di lapangan, kami melakukan komunikasi awal dengan beberapa LP-UMKM PWM di Jawa dan Sumatera”.

Abdillah Ahmad, Dirut PT MAT yang alumni UMS, menyampaikan bahwa kita mempunyai kesepakatan dan komitmen yang sama dengan V-Green Indonesia. Menyiapkan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas publik pendukung. Dan yang tak kalah penting adalah kehadiran dan keterlibatan LP-UMKM Muhammadiyah sebagai spirit bagi pengembangan ekonomi rakyat di akar rumput. “Kita sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah berkomitmen untuk mendukung pengembangan SPKL-MU ini,” jelasnya. 

“Proyek sebesar ini tentu membutuhkan kolaborasi yang baik dari berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder. Tentu kita menemui masalah di lapangan, dan itu harus ditindaklanjuti secara konstruktif oleh para pihak. Dan kami akan terus menjaga hubungan partnership yang baik dengan berbagai pihak, khususnya kerjasama yang terjalin antara LP-UMKM Muhammadiyah dengan V-Green Indonesia,” tambahnya sekaligus menutup sambutan. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menggelar Rapat....

Suara Muhammadiyah

26 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) LAZISMU DIY 2025 resmi dimulai....

Suara Muhammadiyah

17 January 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah melalui tim sekoci dakwahnya yakni BIKERS MU Korwil D....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - MBS Putri Taruna Krapyak secara yuridis mendapatkan penghargaan s....

Suara Muhammadiyah

21 September 2023

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih penghargaan bergengsi Sat....

Suara Muhammadiyah

27 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah