KLATEN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melantik Sukamta, sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) periode 2026-2030, Kamis (26/2) di Aula Gedung Lantai 3 UMKLA.
Sukamta didapuk menjadi rektor menggantikan Sri Sat Titi Hamranani periode 2022-2026. Pelantikan dipimpin Wakil Sekretaris III Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jarusalem.
Sri menyampaikan, pergantian kepemimpinan ini menjadi mekanisme organisasi yang sah dan berkelanjutan.
"Pergantian ini dalam rangka menjamin kesinambungan tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel, serta tentunya untuk percepatan kemajuan UMKLA" katanya.
Sri menukil adagium, 'Setiap amanah memiliki batas waktu, tetapi setiap pengabdian meninggalkan jejak'. Maknanya, walaupun masa jabatan berakhir, namun dedikasi akan selalu hidup dalam sejarah.
"Berakhirnya masa jabatan tidak berarti berakhirnya makna pengabdian. Dedikasi dan kerja keras yang dilandasi niat tulus akan tetap hidup dalam ingatan," tegasnya.
Sementara, Sukamta mengontekstualisasikan pergantian pimpinan ini bukan sekadar seremonial, tetapi di dalamnya ada substansi untuk membawa transformasi perguruan tinggi yang berkembang lebih baik lagi.
"Bukan sebatas jabatan kehormatan, melainkan sebagai tanggung jawab besar yang bergerak cepat dan bekerja cerdas,
Ke depan, UMKLA harus berlari lebih kencang," ujarnya, dihadapkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir.
Ia berkomitmen untuk memperkuat kualitas SDM melalui budaya belajar, kolaborasi, dan keterbukaan. "Insyaallah sarana dan prasarana juga akan kami benahi agar menjadi ruang tumbuh yang layak, produktif, dan berdaya saing," urainya.
Dan tidak kalah pentingnya, hal ihwal sistem tata kelola. "Insyaallah juga akan kami usahakan lebih rapi, transparan, akuntabel, dan berbasis kinerja," ulasnya.
Namun disadari Sukamta, perubahan tidak lahir dari satu orang, tetapi dari kebersamaan, kepercayaan, dan keberanian untuk berbenah.
"Saya mengajak seluruh sivitas akademika UMKLA untuk melangkah bersama, menyatukan niat, menguatkan komitmen, dan menjadikan kampus ini rumah besar bagi lahirnya insan unggul, andal, bermartabat, berakhlak, dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan," tekannya.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Aisyah Endah Patupi, berharap pergantian pimpinan UMKLA bisa membawa peningkatan akreditasi lebih unggul.
"Akreditasi program studi yang masih baik itu semuanya didorong untuk langsung ada ke unggul. Jadi akreditasi hanya ada tidak terakreditasi, terakreditasi, akreditasi unggul, dan akreditasi internasional," jelasnya.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Klaten Slamet mengingatkan era sekarang ditandai dengan perubahan yang sedemikian cepat melaju. Karena itu, ia mengingatkan agar perguruan tinggi tidak jangan sekadar mencetak lulusan bergelar sarjana.
"Harus melahirkan sumber daya manusia yang memiliki karakter, integritas, dan kelincahan dalam menghadapi ketidakpastian global," ulasnya.
Di saat yang sama, Slamet berharap UMKLA dapat menjalin sinergi antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan stakeholder terkait. "Kami menantikan kontribusi nyata UMKLA dalam berbagai sektor," dorongnya, menyebut sektor itu antara lain penguatan sektor kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan transformasi digital.
Di lain sisi, Adam meminta agar UMKLA harus unggul. "Unggul dalam artian tata kelola ataupun kelembagaan," katanya. "Untuk menuju ke sana saya pikir tidak mudah," singkapnya.
Karenanya, Ia yakin dan optimis kepemimpinan Sukamta bisa membawa perubahan UMKLA menjadi kampus unggul dan berkemajuan.
"Targetnya jangan hanya 1.200 atau 1.300, tapi kalau bisa sampai 2.000 atau 3.000 mahasiswa. Saya yakin dengan potensi yang ada di Klaten ini, hal itu bukan sesuatu yang mustahil," tandasnya. (Cris)

