Tak Bisa Terus Berbeda, KHGT sebagai Ijtihad Muhammadiyah Satukan Penanggalan Umat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
372
Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Haruskah kita terus berbeda seperti ini? Demikian sebuah pertanyaan reflektif Hilman Latief. Pertanyaan itu dilontarkan mengingat kerap terjadi perbedaan penetapan awal bulan krusial; Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Fenomena ini kemudian menjadi atensi Muhammadiyah. "Karena kita tidak bisa seperti ini terus (berbeda penetapan, red)," ungkap Hilman. Di situlah Muhammadiyah berupaya secara saksama untuk menyatukan penanggalan agar tidak sampai terjadi perbedaan.

Manifestasinya dengan merumuskan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Bagi Hilman, KHGT ini amat penting. "Untuk menyatukan umat," tegas Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut saat Pengajian Bulanan, Jumat (13/2) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Disebut Hilman, denyut nadi kehidupan umat manusia ditentukan oleh tanggal dan jam. "Dan itu realitas yang ada," terangnya.

Inilah kemudian menjadikan KHGT menjadi relevan dengan kebutuhan substansial peradaban manusia. "Ini adalah sebuah keputusan yang dirumuskan PP Muhammadiyah," jelasnya.

Disingkap Hilman, KHGT dalam implementasinya, niscaya banyak dinamikanya. Ada yang menerima, pun juga ada yang menafikannya.

"Tetapi, warga Muhammadiyah setidaknya tahu seperti apa misinya, arahnya akan seperti apa, dinamikanya bagaimana," ujar Hilman.

Sebab, dengan adanya KHGT ini, menunjukkan Muhammadiyah melakukan Sustainable innovation. Maknanya, Muhammadiyah terus berinovasi dengan menjangkarkan pada basis keilmuan yang kuat.

"Ini membuktikan Muhammadiyah terus berkembang, terus bergerak, dan di dalam ilmu tidak ada yang final," bebernya.

Lebih-lebih hal tersebut menyangkut ilmu alam semesta. "Teorinya baru, bukti-buktinya juga baru," pungkasnya. Walhasil kehadiran kalender global ini sangat penting dan dibutuhkan oleh umat.

Dalam pengajian ini, menghadirkan Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Maesyaroh, Anggota Bidang Hisab dan Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Saraf terjepit atau yang sering dikenal dengan kecetit merupakan tekana....

Suara Muhammadiyah

5 October 2023

Berita

KL, Suara Muhammadiyah - Dua orang dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu....

Suara Muhammadiyah

6 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pu....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pulau Payung, Kepulauan Seribu, menjadi tempat pelaksanaan Rapat Kerja....

Suara Muhammadiyah

12 January 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, Dan....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah