Tambang Nikel di Raja Ampat Perlu Dikaji Ulang

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1489
MLH PP Muhammadiyah

MLH PP Muhammadiyah

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan mendalam atas aktivitas pertambangan nikel yang berlangsung di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Dalam pernyataannya, Djihadul Mubarok selaku Sekretaris MLH PP Muhammadiyah menegaskan bahwa eksploitasi nikel di wilayah yang dikenal sebagai salah satu surga biodiversitas dunia ini merupakan bentuk pengabaian terhadap keberlanjutan lingkungan hidup dan warisan alam Indonesia.

“Raja Ampat bukan sekadar wilayah geografis, tetapi aset ekologis dan pariwisata kelas dunia yang tidak tergantikan. Aktivitas pertambangan di kawasan ini sangat bertentangan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan mencederai nilai-nilai pelestarian lingkungan,” ujar Djihadul dalam keterangannya di sela-sela Kegiatan Green Qurban MLH PP Muhammadiyah.

Menurutnya, keberadaan tambang nikel di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Raja Ampat berpotensi merusak ekosistem laut, terumbu karang, dan kawasan konservasi yang menjadi daya tarik utama pariwisata bahari di Indonesia timur. Ia juga menyoroti ancaman terhadap masyarakat adat dan lokal yang selama ini hidup berdampingan secara harmonis dengan alam.

“Pembangunan ekonomi semestinya tidak boleh mengorbankan kekayaan hayati dan ketahanan sosial masyarakat. Jika sektor pariwisata lestari yang berwawasan lingkungan dikembangkan, Raja Ampat dapat menjadi sumber ekonomi yang lebih berkelanjutan dibandingkan pertambangan yang eksploitatif,” tegas Djihadul.

Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah menyerukan kepada pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengevaluasi dan menghentikan izin-izin pertambangan di kawasan konservasi dan destinasi wisata unggulan nasional, termasuk di Raja Ampat. MLH PP Muhammadiyah juga mendorong masyarakat sipil, akademisi, dan tokoh agama untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan menolak model pembangunan yang destruktif.

Sebagai bagian dari gerakan dakwah Lingkungan Hidup yang berkemajuan, MLH PP Muhammadiyah menegaskan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari amanat keimanan dan tanggung jawab moral untuk generasi mendatang. Oleh karena itu, segala bentuk aktivitas industri yang mengancam kelestarian alam harus dihentikan dan dikaji ulang secara kritis.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tin....

Suara Muhammadiyah

7 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menyambut libur dan mudik Lebaran 2024, PKU Muhammadiyah Yogyakarta....

Suara Muhammadiyah

6 April 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar babak final Int....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Kader dan Olahraga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kremban....

Suara Muhammadiyah

8 March 2025

Berita

FAI UM Bandung Kembali Gelar Kajian Majelis Wal Ashri BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Melalui w....

Suara Muhammadiyah

2 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah