CILACAP, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah Nusawungu Cilacap, sukses menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan Tapak Suci Pantai Selatan sebagai puncak dari rangkaian agenda dakwah selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa dan dibimbing langsung oleh 10 Kader Pelatih ini berlangsung khidmat di lingkungan sekolah pada Senin (15/3/2026).
Acara ini merupakan agenda penutup dari serangkaian aksi sosial dan keagamaan yang telah berjalan sejak awal Ramadhan.
Sebelumnya, sekolah bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah Nusawungu telah rutin menggalang kegiatan pembagian takjil setiap hari Jumat bagi masyarakat sekitar. Serta agenda buka puasa bersama Tapak Suci Pantai Selatan untuk mempererat ukhuwah.
Berbeda dengan aksi sosial di pekan-pekan sebelumnya yang berfokus ke luar, Pesantren Ramadhan di 10 hari terakhir ini difokuskan pada penguatan karakter internal siswa Tapak Suci.
Dimulai sejak pukul 15.30 WIB, halaman sekolah diwarnai dengan seragam merah-merah khas Tapak Suci saat para siswa mengikuti sesi latihan bersama.
Meskipun dalam kondisi berpuasa, para pendekar muda ini tampak antusias mengasah teknik bela diri di bawah pengawasan ketat para kader pelatih.
"Sesi ini bertujuan menanamkan kedisiplinan dan ketangguhan fisik yang menjadi ciri khas kader Muhammadiyah," jelas Pelatih Tapak Suci, Muhamad Reza Tio Samhong.
Seimbangkan Olah Fisik dan Spiritual
Menjelang waktu berbuka, suasana berubah menjadi lebih tenang saat memasuki sesi Kajian Islami.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga akhlak dan keimanan di atas kekuatan fisik.
Setelah berbuka dan menunaikan Shalat Maghrib, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan Shalat Tarawih berjamaah serta Tadarus Al-Qur'an.
"Guna menjaga semangat dan kebersamaan, panitia juga menyisipkan agenda nonton film motivasi bertema perjuangan," ujarnya.
Kegiatan pun berlanjut hingga waktu sahur bersama dan ditutup dengan Shalat Subuh berjamaah dan Kajian Keislaman, sebelum para siswa kembali ke rumah masing-masing pada pukul 06.00 WIB.
"Kegiatan ini adalah wujud nyata dari semboyan Tapak Suci, yaitu kuat karena iman dan akhlak. Setelah sebelumnya anak-anak belajar berbagi melalui pembagian takjil tiap Jumat, kini mereka belajar untuk menaklukkan diri sendiri melalui disiplin pesantren," ujar Mukharoroh Kepala SMP Muhammadiyah Nusawungu sekaligus Kader Pelatih Tapak Suci .
Dengan berakhirnya rangkaian ini, Kader Pelatih di lingkungan Tapak Suci Pantai Selatan berharap para siswa tidak hanya unggul dalam prestasi olahraga bela diri.
"Siswa juga menjadi teladan dalam ibadah dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat," pungkasnya. (Wasis)
