Tarikan Napas Ar-Ruju' Ilal Qur'an wa As-Sunnah Muhammadiyah Membawa Spirit Memajukan Kehidupan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
256
Dr Agung Danarto, MAg

Dr Agung Danarto, MAg

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah meyakini agama Islam sebagai agama yang mendorong umatnya untuk maju. Demikian Agung Danarto menyebut seraya mengambil benang merah dari Risalah Islam Berkemajuan (RIB).

“Jargon RIB adalah jargon yang berangkat dari keyakinan Islam merupakan agama yang memang senantiasa mendorong umatnya maju,” ujarnya, termasuk harus bisa menguasai peradaban unggul dan utama.

“Sehingga orientasi pada prestasi, kapabilitas, kemampuan, menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk terus selalu dikembangkan,” imbuh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, Sabtu (2/5) saat pembukaan Darul Arqam Purna (DAP) Kader Tingkat VI tahun ajaran 2025-2026 di Kampus Induk Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Salah satu jargon di Persyarikatan Muhammadiyah yang beken yaitu Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah. Hal menarik di sini kata Agung, antara Muhammadiyah dan kelompok literalis (tekstualis, skriptualis), memahami konteks ini dengan berbeda.

“Kalau kelompok literalis kembali kepada Qur’an dan Sunnahnya dengan membaca, mengkaji, kemudian meneliti mana ritual, mana tradisi umat yang tidak sesuai dengan Qur’an-Sunnah yang dibaca secara tekstual, kemudian menyimpulkan,” jelas Agung.

Sementara, Muhammadiyah sendiri memandang konteks Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah lebih jauh beyond dari pemikiran kelompok literalis. Yakni memosisikan Islam dan agama mendorong umatnya hidup berkemajuan.

Dari tilikan sejarah, tampak pada masa zaman Nabi Muhammad kehidupan masyarakat terkungkung oleh kejahiliyah. “Dari segi peradaban mereka tertinggal,” beber Agung, hal itu terjadi di seluruh dimensi. Tapi apa yang dilakukan oleh Nabi Akhir Zaman itu dengan berpokok pangkal dari dua sumber primer tersebut?

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, mampu mengubah karakter masyarakat Arab yang semula jahiliyah menjadi masyarakat yang bersatu padu, ukhuwahnya kuat sekali,” bongkarnya. Lebih-lebih lagi, orientasi kepada masa depan sangat luar biasa.

“Bisa dibayangkan dari masyarakat yang sangat keterbelakang, tidak memiliki karakter maju, diubah sedemikian rupa menjadi karakter maju,” imbuhnya.

Di sinilah Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah yang dipahami oleh Muhammadiyah. Yang mengaksentuasikan pada basis karakternya, yakni kehidupan keterbelakang menjadi kehidupan yang serba maju dan berkemajuan.

“Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah lebih kepada bagaimana membangkitkan umat Islam yang terpuruk menjadi umat Islam yang unggul, menjadi umat Islam yang memiliki peradaban utama, memiliki karakter yang hebat,” tegas Agung.

Yakni karaker yang berkelindan dengan yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah bermanifes membawa kemajuan. “Inilah Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah yang dipahami oleh Muhammadiyah,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANJARBARU, Suara Muhammadiyah – Lembaga Ambil Zakat Infaq Shodaqoh (Lazismu) Banjarbaru sampa....

Suara Muhammadiyah

12 December 2023

Berita

Ramadhan sebagai Sekolah Karakter: Lulus atau Sekadar Lewat? Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Gur....

Suara Muhammadiyah

16 March 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Prof Dr H A....

Suara Muhammadiyah

30 December 2023

Berita

TANGERANG, Suara Muhammadiyah — Satu hari setelah peringatan Hari Guru, Lazismu Kabupaten Tang....

Suara Muhammadiyah

27 November 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhi Yogyakarta menyelenggarakan kegiat....

Suara Muhammadiyah

16 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah