KUDUS, Suara Muhammadiyah - Senin, 3 Agustus 2026, Pengajian rutin Badan Pembina Harian, Dosen dan Tenaga Kependidikan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dengan luring dibuka oleh Dr. Sukarmin, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.KMB Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Muhammadiyah Kudus, dan menghadirkan pembicara Prof. Dr. H. Ustadi Hamsah, M.Ag. dengan moderator Toni Ardi Rafsanjani, S.Pd., M.Pd., di ruang Serbaguna Universitas Muhammadiyah Kudus, Jalan Ganesha 1, Purwosari Kota Kudus.
Adapun materi mulai pukul 08.00 WIB, Prof. Ustadi Hamsah yang juga Ketua Majelis Tarjih dan Tarjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jawa Tengah menyampaikan materi tentang “ Teologi Afirmatif: Matan Keyakinan Cita-cita Hidup (MKCH) Untuk Penguatan Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) ”, yang dihadiri Pimpinan, Dosen dan Tenaga Kependidikan UMKU.
Sedangkan Ustadi Hamsah yang juga Guru besar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menjelaskan bahwa Strategi Perjuangan dalam konteks komponen Ideologi persyarikatan Muhammadiyah ada 2 (dua) yaitu
Pertama, Paham Keislaman/keagamaan; pemahaman dan pengamalan Islam oleh Muhammadiyah (Masalah lima, aqidah, ibadah, akhlaq, dan Muamalah duniawiyah).
Kedua, Hakikat Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam (Muqaddimah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Matan Keyakinan cita-cita Hidup Muhammadiyah, Khittah Muhammadiyah, Langkah Muhammadiyah, dan Perilaku Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)
Ustadi Hamsah menjelaskan bahwa Matan Keyakinan & Cita-cita Hidup (MKCH) Muhammadiyah adalah ;
-
Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar,
-
Beraqidah Islam, bersumber pada Al Qur’an dan Sunnah,
-
Bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT, untuk melaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
Ustadi Hamsah menegaskan bahwa Dasar amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah ; dalam melaksanakan usahanya menuju tujuan terwujudnya masyarakat utama, adil dan Makmur yang diridhoi Allah SWT dimana kesejahteraan, kebaikan dan kebahagiaan yang luas merata, Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah Anggaran Dasar, yaitu :
-
Hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah, dan taat kepada Allah.
-
Hidup manusia bermasyarakat
-
Mematuhi ajaran-ajaran agama Islam dengan keyakinan bahwa ajaran Islam itu satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
-
Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam dalam masyarakat adalah kewajiban sebagai ibadah kepada Allah dan ikhsan kepada kemanusiaan.
-
Ittiba’ kepada Langkah perjuangan Nabi Muhammad SAW.
-
Melancarkan amal usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi
Ustadi Hamsah menjelaskan kembali bahwa apapun yang diusahakan dan bagaimanapun cara perjuangan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan tunggalnya harus berpedoman “berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rasul Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara dan menempuh jalan yang diridhai Allah SWT.
Ustadi Hamsah menegaskan embali bahwa ada 10 (sepuluh) sifat Muhammadiyah, yaitu :
-
Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan
-
Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah
-
Lapang dada, luas pandangan dengan memegang teguh ajaran Islam
-
Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.
-
Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan serta dasar dan falsafah negara yang sah.
-
Amar ma’ruf nahi mungkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh tauladan yang baik.
-
Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud islah dan pembangunan sesuai dengan ajaran Islam.
-
Kerja sama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya.
-
Membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun negara untuk mencapai masyarakat yang adil dan Makmur yang diridhai Allah.
-
Bersifat adil serta korektif ke dalam dan ke luar dengan bijaksana.
Ustadi Hamsah menjelaskan kembali bahwa Teologi Afirmatif bahwa dunia itu baik sebagaimana firman Allah dalam surat Al Qur’an Al Qasas ayat 77, yang artinya “Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan ”.
Dan Al Qur’an Surat Al Hadid ayat 20 yang artinya “ Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya”
Ustadi Hamsah menegaskan kembali bahwa Dinamika “dunia” , mengisi dunia dengan baik (semangat, jujur, disiplin, tertib, tanggung jawab), untuk menebarkan kebaikan semakin luas, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Ali imron ayat 14, “Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik”.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. Q.S. At-Taubah ayat 24.
(Supardi)

