Tidak Perlu Terburu-buru, Alon-alon Waton Kelakon

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
484
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada esensinya, puasa sebagai ibadatu tarbawiyah (ibadah pendidikan). Artinya, puasa itu mendidik manusia agar bertakwa (madrasatun littaqwa).

“Sebagai ibadah pendidikan, maka puasa itu adalah ibadah yang di dalamnya kita ini dilatih oleh Allah untuk menjadi orang yang bisa menahan diri,” ujar Abdul Mu’ti.

Kata menahan diri di sini digarisbawahi Mu’ti merujuk pada konteks kesabaran. Demikian hadis Nabi mengemukakan. “Puasa adalah setengah dari kesabaran.” (HR Ibnu Majah No 1745).

“Sehingga karena itu maka, sebagian ulama ada yang berpendapat esensi dari berpuasa itu adalah sabar itu sendiri,” jelas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (24/2) di TvMu Channel dalam program Jendela Ramadhan.

Dilanjutkan Mu’ti, esensi kesabaran di sini bukan kesabaran dalam bentuk pasif, melainkan dalam bentuk reflektif. “Sehingga sabar dan sadar,” tekan Mu’ti, yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut.

Jika dikontekstualisasikan dengan karakteristik manusia bertakwa, yakni punya kesabaran. Menurutnya, ada empat aspek mencakup kesabaran.

Pertama, tidak terburu-buru. Sebuah ungkapan Jawa menyebutkan, ‘Alon-alon waton kelakon.’ “Tidak tergesa-gesa (the state of not being hasty),” jelas Mu’ti.

Kedua, menerima apa pun yang terjadi terhadap diri sendiri. Lebih-lebih dalam menghadapi ratapan cobaan dan musibah.

Ketiga, melihat ke dalam diri. Memang, kehidupan itu tidak dapat dipungkiri banyak kejadian yang terjadi.

“Bukan karena perbuatan kita, tapi karena orang lain yang melakukan. Tapi bisa sesuatu terjadi karena kita yang berbuat. Sering disebut sebagai konsekuensi atau akibat dari suatu perbuatan yang kita lakukan,” jelasnya.

Dan, yang terakhir, keempat, merancang menjadi lebih baik lagi di tengah pelbagai keadaan yang terjadi.

“Mudah-mudahan dengan berpuasa, kita menjadi orang yang bisa bersabar, bisa memiliki kesempatan dan waktu untuk merefleksi diri, menerima apa pun keadaan yang terjadi pada kita dengan penuh tanda syukur. Karena apa pun yang menimpa kita itulah yang terbaik dari Allah,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

Pengukuhan Enam PRM, PRA, JATAM, dan KL Lazismu Cabang Kesugihan CILACAP, Suara Muhammadiyah &ndash....

Suara Muhammadiyah

30 March 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – PKM Center Divisi Program Pengembangan Mahasiswa Wirausaha (P2MW....

Suara Muhammadiyah

3 August 2024

Berita

MALDIVES, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr. Saidul Amin dan Ketua....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Teknik Informatika dan Teknik Elektro Fakultas Teknologi....

Suara Muhammadiyah

16 April 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah