Tiga Kekuatan yang Membentuk Yogyakarta Menjadi Kota Istimewa

Suara Muhammadiyah

11 August 2026

184
dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Cris

dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Yogyakarta bukan sekadar kota biasa. Julukannya Kota Istimewa. Kenapa? Ada tiga variabel yang melekat di dalamnya; Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kampus Universitas Gajah Mada, dan Muhammadiyah.

“Tiga gerakan besar ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan tumbuhnya Jogja yang sampai sekarang,” beber Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tak pelak, Jogja menjadi salah satu destinasi wisata yang sarat dikunjungi. Hal itu turut ditopang dengan kekuatan yang selama ini sudah mengakar di dalamnya.

“Jogja dikenal sebagai Kota Budaya. Maka bagaimana seluruh warganya memahami budaya yang tidak sebatas dengan seni saja, tapi budaya memang yang membangun peradaban,” tegasnya.

Budaya itu, kata Agus, luhur dan santun. Dua hal ini amat melekat di Jogja. “Ini yang harus kita tumbuhkan lagi,” ujarnya, Selasa (11/8) saat Soft Launching Oleh-oleh 1915 Khas Jogja Suara Muhammadiyah di lapangan parkir Grha Suara Muhammadiyah.

Sisi lain, dikenal dengan Kota Pariwisata. “Selalu kangan ke Jogja,” ungkapnya, merespons animo masyarakat yang bertandang tatkala ke kota ini. “Belakangan ada teman yang menyampaikan, "Pak, kalau ke Jogja itu senang.”

Demikian jua, kulinernya, beranekaragam. Dan yang lebih tenar, banyak kuliner yang menyajikan harga terjangkau. “Jadi, wisata Jogja itu sangat dikenal,” sambung Agus.

Termasuk ada lagu yang sangat kondang; Yogyakarta, yang diciptakan oleh Katon Bagaskara dan Adi Adrian dari grup musik Kla Project. “Itu membangkitkan betul betapa orang sangat mengenang Jogja,” ungkapnya.

Pada saat yang sama, Jogja dikenal dengan Kota Pelajar. Dalam konteks Muhammadiyah, niscaya tidak ternafikan perannya. Agus berkata, Muhammadiyah begitu rupanya konsen dalam menggarap bidang dakwah pendidikan ini.

“Kontribusi Persyarikatan Muhammadiyah sangat besar karena memiliki sekolah sejak sebelum Indonesia merdeka,” tegasnya, menyebut seluruh masyarakat luas telah membuktikan kebermanfaatannya secara niscaya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkomitmen memperkuat k....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di tengah derasnya arus informasi digital yang sering mengedepan....

Suara Muhammadiyah

11 July 2026

Berita

PERLIS, Suara Muhammadiyah - Sebuah Podcast Salasilah Perlis edisi ke 24 yang diadakan oleh team med....

Suara Muhammadiyah

8 June 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah -  Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof H Hilman Latief,....

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM)....

Suara Muhammadiyah

9 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah