Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja, Bukti Nyata SM Jawab Kebutuhan Wisatawan Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

11 August 2026

873
Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Harus diakui, Yogyakarta ekuivalen dengan Kota Pendidikan. Sisi lain, juga mendapat sematan Kota Pariwisata. “Termasuk tingkat yang tertinggi,” ujar Deni Asy’ari, yang disusul Bali, Jawa Barat, dan Jakarta.

“Bahkan hampir tiap tahun kita mengalami tingkat destinasi wisata yang relatif tinggi,” ungkap Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah itu.

Data BPS tahun 2025, jumlah wisatawan yang bertandang ke Kota Yogyakarta mengalami eskalasi sebesar 50%. Demikian dikemukakan saat Soft Launching Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja, Selasa (11/8) di lapangan parkir Grha Suara Muhammadiyah.

“Hanya satu malam jumlahnya Rp2.700.000 wisatawan yang datang ke Yogyakarta,” beber Deni, dihadapan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Wakil Ketua Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah Tetra Budiarto, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Mengerucutkan jumlah itu, arisirannya 10% merupakan warga Persyarikatan. “Kalau 10% nya berarti ada 300.000 warga Muhammadiyah yang berkunjung ke Yogyakarta,” ungkapnya.

Begitu juga halnya potret pariwisatanya pun, menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Tidak hanya wisata yang sifatnya pesona alam, tapi ada yang masuk di sektor perdagangan.

“Orang ke Jakarta muncul selain wisata religi juga muncul wisata berbelanja shopping,” ujarnya.

Di situlah titik temu relevansi Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja. Kehadirannya menjawab kebutuhan wisatawan akan ruang berbelanja yang menyediakan beragam produk khas Yogyakarta.

“Kadang-kadang warga Muhammadiyah yang ke Yogyakarta bingung di mana oleh-oleh Muhammadiyah. Karena tidak ada yang khas, tidak ada yang milik Muhammadiyah,” terangnya.

Selain itu, tingkat pengembangan jenis wisata saat ini semakin bermekaran. Di sinilah panggilan SM untuk memenuhi hal tersebut. “Mau tidak mau SM harus menjadi bagian menginisiasi, menghadirkan kebutuhan itu untuk membuka tokoh oleh-oleh ini,” sebut Deni.

Deni mengemukakan, di saat jumlah wisatawan mengalami peningkatan. Satu sisi, okupansi hotel justru mengalami penurunan. Tapi, sisi lain, hal itu berbanding lurus dengan tingkat kunjungan wisatawan dengan memburu pusat oleh-oleh.

“Selain kami menghadirkan dan hotel, juga kita ingin menghadirkan pusat oleh-oleh sebagai salah satu ikhtiar kita menjawab berbagai kebutuhan wisatawan, khususnya wisatawan warga Persyarikatan,” ulasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menabung emas secara digital pada prinsipnya diperbolehkan dal....

Suara Muhammadiyah

1 February 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mandalajati dan Pimpinan Cabang 'Ai....

Suara Muhammadiyah

27 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - MTs Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta (Moekata) memasuki usia ke-....

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung menggelar Diskus....

Suara Muhammadiyah

24 June 2024

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - Pesantren Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) resmi dibuk....

Suara Muhammadiyah

13 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah