Transformasi Mindset, Jalan Menuju Pendidikan Unggul dan Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

31 May 2026

343
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dambaan menjadi bangsa maju jelas tidak bisa sekali jadi. Niscaya butuh proses pergumulan panjang untuk mewujudkannya.

Kaitan dengan hal itu, Abdul Mu'ti sangat optimis hal itu dapat diwujudkan. Kuncinya ada di pendidikannya.

"Saya optimistis ke depan Insyaallah pendidikan kita akan lebih baik lagi," ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.

Untuk menjadikan pendidikan jauh berkembang lebih baik, Mu'ti mendorong perlu adanya transformasi cara berpikir (mindset). Baginya, ini sebagai pasak utama yang harus diperkuat.

"Kita itu merubah apa yang di dalam diri kita ini," tutur Mu'ti, yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Derivasi dari mindset itu, mengerucut pada dua motif. Menukil, Psikolog Lewis dan Virginia Eaton di Universitas Stanford Amerika Serikat, Darol S Dweck, yang pertama, growth mindset, yakni pandangan yang tumbuh. 

"Artinya orang itu melihat sesuatu satu, itu dalam sudut pandang yang positif," terangnya.

Kedua, fixed mindset. Yaitu seseorang mudah meratapi keadaan, seolah-olah capaian yang dianggap belum berhasil diraih sebagai akhir dari segalanya.

"Dia merasa berada di zona nyaman. Kalau dia merasa sudah di zona nyaman, maka dia akan terdisrupsi. Merasa tidak perlu lagi memperbaiki diri, maka akhirnya dia kalah oleh yang lain," ucap Mu'ti.

Pada saat yang sama, Mu'ti dalam Hari Bermuhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahad (31/5), mengajak jangan pesimistis untuk menggapai kemajuan.

Mengapa begitu? Karena ini menjadi benalu yang menghambat bergerak secara gradual, pelan tapi pasti untuk menggapai secercah cita-cita tersebut.

"Kalau kita ingin maju jangan jadi orang yang pesimistis. Jangan jadi orang yang rendah diri dan tidak percaya diri. Percaya diri saja," tegasnya Mu'ti di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Teuku Umar, Keprabon, Surakarta, Jawa Tengah.

Di situlah pendidikan menemukan elan vitalnya. Pendidikan, kata Mu'ti, harus ditingkatkan. Jika ada yang kurang baik, sedikit dan bertahap, diperbaiki agar kualitas pendidikan jauh kian bernas.

"Kalau ingin maju perbaiki pendidikan terutama pendidikan tingkat dasar itu fondasinya kami baru perbaiki pelan-pelan," beber Mu'ti.

Sampai saat ini, upaya itu telah dan akan terus dilakukan. Pelan tapi pasti, Mu'ti mengemukakan, banyak sekolah yang telah direvitalisasi.

"Sudah banyak yang sudah mulai kelihatan kita capai. Banyak yang sudah kita perbaiki,” ujarnya.

Sekalipun begitu, Mu'ti tetap membuka ruang kritik dan masukan konstruktif dari masyarakat. Tidak lain, untuk menciptakan pendidikan yang unggul dan berkemajuan.

"Kritik-kritik seperti itu juga masih saya terima demi kebaikan ke depannya,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) resmi membuka progra....

Suara Muhammadiyah

4 September 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Festival Al-Qur’an Yogyakarta 1, Ahad (16/3) di SMP Muh....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi meluncurkan Pusat Studi Kebija....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ....

Suara Muhammadiyah

23 June 2026

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Upaya dakwah Muhammadiyah tidak hanya diwujudkan melalui mimbar dan....

Suara Muhammadiyah

1 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah