Transformasi Mindset, Jalan Menuju Pendidikan Unggul dan Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
129
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dambaan menjadi bangsa maju jelas tidak bisa sekali jadi. Niscaya butuh proses pergumulan panjang untuk mewujudkannya.

Kaitan dengan hal itu, Abdul Mu'ti sangat optimis hal itu dapat diwujudkan. Kuncinya ada di pendidikannya.

"Saya optimistis ke depan Insyaallah pendidikan kita akan lebih baik lagi," ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.

Untuk menjadikan pendidikan jauh berkembang lebih baik, Mu'ti mendorong perlu adanya transformasi cara berpikir (mindset). Baginya, ini sebagai pasak utama yang harus diperkuat.

"Kita itu merubah apa yang di dalam diri kita ini," tutur Mu'ti, yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Derivasi dari mindset itu, mengerucut pada dua motif. Menukil, Psikolog Lewis dan Virginia Eaton di Universitas Stanford Amerika Serikat, Darol S Dweck, yang pertama, growth mindset, yakni pandangan yang tumbuh. 

"Artinya orang itu melihat sesuatu satu, itu dalam sudut pandang yang positif," terangnya.

Kedua, fixed mindset. Yaitu seseorang mudah meratapi keadaan, seolah-olah capaian yang dianggap belum berhasil diraih sebagai akhir dari segalanya.

"Dia merasa berada di zona nyaman. Kalau dia merasa sudah di zona nyaman, maka dia akan terdisrupsi. Merasa tidak perlu lagi memperbaiki diri, maka akhirnya dia kalah oleh yang lain," ucap Mu'ti.

Pada saat yang sama, Mu'ti dalam Hari Bermuhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahad (31/5), mengajak jangan pesimistis untuk menggapai kemajuan.

Mengapa begitu? Karena ini menjadi benalu yang menghambat bergerak secara gradual, pelan tapi pasti untuk menggapai secercah cita-cita tersebut.

"Kalau kita ingin maju jangan jadi orang yang pesimistis. Jangan jadi orang yang rendah diri dan tidak percaya diri. Percaya diri saja," tegasnya Mu'ti di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Teuku Umar, Keprabon, Surakarta, Jawa Tengah.

Di situlah pendidikan menemukan elan vitalnya. Pendidikan, kata Mu'ti, harus ditingkatkan. Jika ada yang kurang baik, sedikit dan bertahap, diperbaiki agar kualitas pendidikan jauh kian bernas.

"Kalau ingin maju perbaiki pendidikan terutama pendidikan tingkat dasar itu fondasinya kami baru perbaiki pelan-pelan," beber Mu'ti.

Sampai saat ini, upaya itu telah dan akan terus dilakukan. Pelan tapi pasti, Mu'ti mengemukakan, banyak sekolah yang telah direvitalisasi.

"Sudah banyak yang sudah mulai kelihatan kita capai. Banyak yang sudah kita perbaiki,” ujarnya.

Sekalipun begitu, Mu'ti tetap membuka ruang kritik dan masukan konstruktif dari masyarakat. Tidak lain, untuk menciptakan pendidikan yang unggul dan berkemajuan.

"Kritik-kritik seperti itu juga masih saya terima demi kebaikan ke depannya,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Di lereng Kertasari, Kabupaten Bandung, udara sejuk pegunungan melengk....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Berita

PEMALANG, Suara Muhammadiyah - Liburan sekolah telah tiba, saatnya para pelajar menikmati liburan pa....

Suara Muhammadiyah

26 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri  Pendidikan Dasar Menengah Republik Indonesia (W....

Suara Muhammadiyah

17 January 2025

Berita

Tadarus Literasi Jadi Wadah Pelatihan Penyusunan Buku Ajar Interaktif bagi Guru SMP dan SMA Muhammad....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Ayi Yunus R....

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah