YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – TK ABA Purwodiningratan sedari awal telah memperkenalkan kepada para siswanya hal ihwal kesejarahan Muhammadiyah dari hal-hal yang paling fundamental: gedung.
Gedung sejarah yang dikunjungi yaitu Grha Suara Muhammadiyah dan SM Tower Malioboro Yogyakarta yang terletak di seberang sekolah.
Sebanyak 39 siswa mengikuti kegiatan ini dengan didampingi langsung oleh kepala sekolah dan jajaran guru.
“Anak-anak agar mengenal lebih dekat kalau di lingkungan sekitar kita ada bangunan bersejerah ini,” kata Siti Nurjanah, Kepala Sekolah TK ABA Purwodiningratan Yogyakarta, Jumat (12/6).

Edukasi ini sangat penting. Selain melihat lebih dekat bentuk fisiknya, pada saat yang sama, mengajak untuk menanamkan nilai-nilai kesejarahannya secara membumi dan berkelanjutan.
“Anak-anak supaya semangat belajar dari usia dini sampai dewasa dia tetap menjadi kader Muhammadiyah,” tekannya.
Kegiatan ini berlangsung setiap hari Jumat. Kata Nurjanah, tidak hanya berkeliling di satu gedung saja: Suara Muhammadiyah, tapi gedung-gedung bersejarah lainnya.
“Kita planning secara bergantian kegiatan ini,” ungkapnya.

Gedung bersejarah itu antara lain RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Panti Asuhan Yatim Putri 'Aisyiyah Serangan, TK ABA Kauman, Masjid Gedhe Kauman, dan Makam Nyai Ahmad Dahlan.
“Semua itu kita kenalkan sedini mungkin supaya anak-anak mengetahui proses dan menghargai tempat-tempat sejarah Muhammadiyah,” tandas Nurjanah. (Cris)

