PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1447 Hijriah, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar program Kampus Pesantren Lansia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Studi Islam (FSI) sekaligus menjadi momentum peluncuran (launching) Pesantren Lansia Umri yang berlangsung di Gedung Rusunawa Umri, pada Jumat (27/2/2026), dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta masyarakat.
Ketua panitia, Dr. Marabona Munthe, M.E.Sy., menjelaskan bahwa selain program pesantren lansia, rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini juga diisi dengan berbagai program religi dan akademik bagi mahasiswa. Beberapa di antaranya meliputi tadarus Al-Qur’an, Tasmi’ dan khatam Al-Qur’an, serta program khusus mahasiswa seperti uji kompetensi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Fikih Ibadah, hukum mawaris, praktik khutbah bagi mahasiswa laki-laki, fikih keputrian, hingga praktik penyelenggaraan jenazah.
“Program ini diselenggarakan untuk memastikan mahasiswa Umri tidak hanya menguasai aspek akademik, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial,” ujar Marabona.
Ia menambahkan, puncak kegiatan akan ditandai dengan agenda pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan seluruh dosen dan mahasiswa secara aktif.
Sementara itu, Dekan FSI, Dr. Santoso, S.S., M.Si., menyampaikan bahwa Pesantren Lansia merupakan program yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya. Sebanyak 47 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2026.
“Program ini tidak hanya menguatkan nilai spiritual, tetapi juga mendukung kesehatan psikologis para lansia. Ruang ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan juga ruang untuk menenangkan mental dan mempererat Silaturrahim,” ungkapnya.
Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Kampus Pesantren” sebagai simbol integrasi antara pendidikan tinggi dan kepedulian sosial.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Pekanbaru, Risna Juita, turut menyambut baik penyelenggaraan program tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kaum lansia yang kerap terabaikan.
Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, M.A., dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Menurutnya, para peserta tahun ini menjadi pelopor bagi pelaksanaan program serupa di masa mendatang.
“Hari ini para peserta menjadi pembuka untuk program berikutnya. Kegiatan ini penting karena masih banyak pihak yang melupakan lansia, padahal mereka adalah pintu gerbang menuju masa depan yang lebih bermakna. Tahun depan, saya berharap peserta semakin banyak dan dapat meramaikan Masjid Umri,” ujarnya.
Melalui program ini, Umri menegaskan komitmennya dalam memadukan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan kepedulian sosial dalam satu kesatuan yang harmonis. Pesantren Lansia diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya perhatian terhadap aspek spiritual dan psikologis lansia di tengah kehidupan bermasyarakat. (Syae)

