UMRI Perkuat Kesadaran Anti Radikalisme melalui Showcase Pembelajaran MKWK

Suara Muhammadiyah

9 January 2026

636
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam menangkal paham radikalisme melalui penyelenggaraan Showcase Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Berbasis Proyek Literasi Anti Radikalisme. Kegiatan ini digelar oleh Koordinator MKWK Umri di Auditorium Umri, pada Jumat (9/1/2026).

Showcase tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Umri, Assoc Prof Dr Wirdati Irma, SPd MSi., dan dihadiri Direktur Akademik Umri Dr Jupendri, SSos MIKom., Koordinator MKWK Umri Ilham Huda, SPd MPd., para dosen pengampu MKWK, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Umri. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajang presentasi hasil pembelajaran MKWK yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan dan sosial kontemporer.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Umri menegaskan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi harus senantiasa relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, radikalisme dewasa ini tidak hanya berkembang di ruang sosial konvensional, tetapi juga masif menyebar di ruang digital.

“Pembelajaran tidak cukup hanya berlangsung di dalam kelas. Radikalisme telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat dan menjadi ancaman nyata, terutama melalui media digital,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan literasi anti radikalisme melalui MKWK merupakan langkah strategis untuk membekali dosen dan mahasiswa agar mampu mengantisipasi persoalan sosial sejak dini. Upaya ini, lanjutnya, sejalan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin yang menjadi landasan utama gerakan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Assoc Prof Dr Rendi Prayuda, SIP MSi., Wakil Direktur Bidang Akademik, Inovasi, Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Program Pascasarjana Universitas Islam Riau, menjelaskan bahwa bentuk ancaman terhadap negara saat ini telah mengalami pergeseran yang signifikan.

“Merusak negara tidak selalu harus menggunakan senjata. Cukup dengan merusak cara berpikir masyarakat, maka negara bisa dilemahkan dari dalam,” ungkapnya.

Ia menilai, transformasi isu keamanan dari pendekatan tradisional menuju isu global membuat manusia kini hidup di dua ruang sekaligus, yakni ruang nyata dan ruang digital. Kondisi tersebut membuka celah masuknya radikalisasi melalui pendekatan sosial dan budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui pelaksanaan showcase ini, Umri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran MKWK yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta berorientasi pada penguatan ideologi kebangsaan. Diharapkan, MKWK berbasis proyek literasi anti radikalisme mampu membentuk mahasiswa yang kritis, moderat, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. (Syae)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Kabar membanggakan kembali hadir dari keluarga besar SD Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

3 January 2025

Berita

"Kamu melihat masalah jangan seperti melihat halaman rumahmu yang sempit itu." —Buya Syafii&nb....

Suara Muhammadiyah

21 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jetis Kota Yogyakarta tampil....

Suara Muhammadiyah

30 May 2026

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia melaksanakan solat ....

Suara Muhammadiyah

27 May 2026

Berita

BALI, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan hari pahlawan dan jelang Milad Muhammadiyah 111 tahun, ....

Suara Muhammadiyah

11 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah