UMRI Press Bekali Dosen Menulis Buku Ber-ISBN, Perkuat Budaya Publikasi Akademik
PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melalui UMRI Press menggelar Workshop Penulisan Buku bertajuk “Dari Ide Kreatif Menjadi Buku Ber-ISBN: Ubah Gagasan Terbaik Anda Menjadi Karya Bernilai, Bermanfaat, dan Dinikmati Banyak Pembaca” di Auditorium Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, pada Rabu (17/6/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Umri dalam memperkuat budaya literasi akademik, meningkatkan produktivitas publikasi dosen, serta mendorong lahirnya karya-karya intelektual yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat luas.
Workshop menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kepenulisan dan penerbitan, yaitu Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Riau Dr Hartono, MPd., Ketua UMRI Press Dr Harun Mukhtar, MKom., serta Tim UMRI Press Bayu Anugerah, MCs. Kegiatan ini moderatori Fauzan Azim, MKom.
Dalam sambutannya, Ketua UMRI Press, Dr Harun, menyampaikan bahwa UMRI Press terus diperkuat sebagai unit strategis universitas yang berperan dalam mendukung publikasi karya ilmiah, buku ajar, monograf, maupun berbagai bentuk karya akademik lainnya.
“UMRI Press hadir bukan sekadar sebagai lembaga penerbitan, tetapi juga sebagai mitra bagi dosen dan akademisi dalam mengembangkan ide, gagasan, hasil penelitian, maupun pengalaman keilmuan menjadi karya buku yang berkualitas, memiliki nilai akademik, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Harun, potensi intelektual yang dimiliki dosen dan peneliti di lingkungan Umri sangat besar. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan ekosistem penerbitan yang kuat agar berbagai gagasan tersebut dapat terdokumentasikan dan disebarluaskan melalui buku yang memiliki standar penerbitan nasional.
Sementara itu, Wakil Rektor I Umri Prof Dr Jufrizal Syahri, MSi., menegaskan bahwa peningkatan jumlah buku yang diterbitkan merupakan salah satu target penting universitas dalam mendukung pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi sekaligus memperkuat reputasi akademik institusi.
“Kita menargetkan semakin banyak buku yang lahir dari Umri setiap tahunnya. Selain itu, ke depan kita juga ingin meningkatkan jumlah karya yang memperoleh perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Ini menjadi salah satu indikator penting yang harus terus kita tingkatkan sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik universitas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026, Umri menargetkan capaian sekitar 0,25 luaran akademik per dosen pada indikator yang berkaitan dengan publikasi dan karya ilmiah. Karena itu, dosen tidak hanya dituntut aktif melaksanakan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menghasilkan penelitian dan publikasi yang berdampak.
“Penelitian dan publikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Catur Dharma perguruan tinggi. Keduanya menjadi tuntutan sekaligus tanggung jawab akademik yang harus kita laksanakan bersama sesuai dengan kebijakan pemerintah. Workshop seperti ini sangat penting untuk memotivasi dan membekali dosen agar mampu menghasilkan karya yang berkualitas, bermanfaat, dan memiliki daya guna yang lebih luas,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi terkait teknik penyusunan naskah buku, strategi mengembangkan hasil penelitian menjadi buku ber-ISBN, proses editorial dan penerbitan, pengurusan ISBN, hingga peluang pengembangan buku sebagai luaran akademik yang mendukung kinerja dosen dan institusi.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat dosen dan sivitas akademika yang mengikuti kegiatan tersebut. Selain memperoleh pemahaman teknis mengenai dunia penerbitan, peserta juga mendapatkan motivasi untuk mulai menuangkan ide, pengalaman, serta hasil penelitian ke dalam bentuk buku yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Melalui workshop ini, Umri berharap semakin banyak dosen, peneliti, dan sivitas akademika yang terdorong untuk menghasilkan karya-karya publikasi berkualitas. Kehadiran buku-buku yang lahir dari lingkungan kampus diharapkan tidak hanya memperkuat budaya literasi dan tradisi akademik, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Umri dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan peradaban yang berkemajuan. (Walida)

