Umsura Edukasi Kesehatan Warga, Cegah Penyakit Tidak Menular hingga Lakukan Skrining

Suara Muhammadiyah

27 July 2026

81
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PASURUAN, Suara Muhammadiyah – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 25 Desa Sebani, Dr. A'im Matun Nadhiroh, S.Si.T., M.P.H., bersama mahasiswa KKN menyelenggarakan Jalan Sehat 2 Kilometer, dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Ahad pagi (26/7/2026).

Kegiatan diikuti oleh sekitar 37 warga berusia 29–60 tahun serta 21 mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan, diawali dengan jalan sehat mengelilingi desa sejauh dua kilometer sebagai bentuk kampanye pentingnya aktivitas fisik untuk mencegah penyakit kronis.

Usai jalan sehat, peserta mengikuti penyuluhan mengenai faktor risiko, deteksi dini, serta langkah-langkah pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Materi juga menekankan pentingnya menerapkan perilaku CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, dan Kelola stres) sebagai upaya menjaga kesehatan.

Selain penyuluhan, tim pengabdian dosen dan mahasiswa UMSurabaya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat bagi peserta yang menginginkan pemeriksaan lanjutan.

Hasil skrining kesehatan menunjukkan beberapa temuan yang menjadi perhatian. Dari 37 warga yang mengikuti pemeriksaan, terdapat 8 orang dengan berat badan berlebih (overweight) dan 1 orang mengalami obesitas. Selain itu, 27 peserta memiliki lingkar perut lebih dari 80 cm, yang mengindikasikan adanya obesitas sentral sebagai salah satu faktor risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Pemeriksaan tekanan darah juga menunjukkan 12 peserta mengalami tekanan darah tinggi, sehingga disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Dr. A'im Matun Nadhiroh, S.Si.T., M.P.H., kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.

"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang cara mencegah Penyakit Tidak Menular. Berdasarkan informasi dari masyarakat dan tenaga kesehatan setempat, kasus hipertensi dan diabetes melitus di Desa Sebani tergolong cukup tinggi. Karena itu, edukasi mengenai faktor risiko dan deteksi dini menjadi sangat penting agar masyarakat mampu menjaga kesehatannya sebelum terjadi komplikasi," jelas Dr. A'im.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pembahasan mengenai lingkar perut sebagai indikator kesehatan. Selama ini sebagian besar masyarakat lebih mengenal berat badan sebagai ukuran kesehatan, padahal penumpukan lemak di area perut memiliki hubungan erat dengan risiko hipertensi, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.

Salah seorang peserta, Ibu Sutriah, mengaku memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama penyuluhannya. Saya baru mengetahui bahwa lingkar perut ternyata bisa menjadi salah satu indikator kesehatan. Selama ini saya hanya memperhatikan berat badan saja," ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, konsultasi kesehatan, serta pembagian doorprize yang semakin menambah semangat peserta. Mahasiswa KKN juga berperan aktif membantu proses registrasi, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menerapkan gaya hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta mengendalikan faktor risiko PTM sejak usia produktif. Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat Desa Sebani yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Oktari Tri Yani, atau yang akrab disapa Okta, adalah mahasiswi Program ....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) dalam menyemarakkan ....

Suara Muhammadiyah

28 November 2025

Berita

STIE Muhammadiyah Cilacap Gelar Lomba Da'i  CILACAP, Suara Muhammadiyah - Amaliyah Ramadan 144....

Suara Muhammadiyah

28 March 2024

Berita

BIREUEN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan cabang Muhammadiyah gandapura mengadakan kegiatan berbuka pua....

Suara Muhammadiyah

25 March 2024

Berita

Tren Kanker Usus Besar pada Anak Muda Meningkat, Ini Faktor Risikonya YOGYAKARTA, Suara Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah