UMTS Benchmarking ke OSTC UMM, Siapkan SDM ke Kancah Internasional

Suara Muhammadiyah

9 July 2026

107
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MALANG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) melakukan kegiatan benchmarking ke Outsourcing Training Center (OSTC) Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Jumat, 3 Juli 2026. Benchmarking yang dilakukan oleh UMTS menjadi langkah strategis untuk pembangunan dan pengembangan pusat karir (career center) yang tidak hanya berorientasi pada penempatan kerja alumni, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja internasional sejak berada di bangku kuliah. 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A (Rektor UMTS), Mira Rahmayanti Sormin, M.A, Adek Kholijah Siregar, M.Pd dan Rosmaimuna Siregar, M.A selaku perwakilan UMTS. Kemudian Prof. Dr. Tulus Winarsono, M.Si bersama kolega perwakilan dari OSTC UMM. Pertemuan ini berlangsung di kantor OSTC UMM bersama mitra industri PT. Brexa Raya Indonesia yang selama ini menjadi salah satu penghubung OSTC UMM melakukan penempatan tenaga kerja ke Jepang.

Benchmarking antara UMTS dan UMM menjadi forum berbagi pengalaman mengenai strategi pengelolaan pusat karir berbasis industri global. OSTC UMM memaparkan berbagai program pelatihan, pembinaan kompetensi, penguatan bahasa asing, hingga pendampingan penempatan kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang. Model yang dilakukan oleh OSTC UMM dinilai relevan untuk didopsi dan dikembangkan oleh UMTS sebagai bagian dari peningkatan layanan kepada mahasiswa dan lulusan.

Prof. Dr. Tulus Winarsono, M.Si., menjelaskan bahwa pusat karir di perguruan tinggi saat ini harus memiliki peran yang lebih luas dibandingkan sekadar membantu alumni memperoleh pekerjaan. Menurutnya, mahasiswa tingkat akhir juga perlu dipersiapkan sejak dini agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Melalui program yang dijalankan OSTC, mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir dapat memperoleh pembekalan keterampilan, pelatihan budaya kerja dan kemampuan bahasa sehingga memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di perusahaan-perusahaan global, termasuk di Jepang. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat transisi lulusan dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A., menyampaikan bahwa hasil benchmarking ini akan menjadi referensi penting bagi UMTS untuk mengembangkan pusat karir yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja. Bagi Darliana perguruan tinggi memiliki tanggung jawab, tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu bersaing di tingkat internasional. 

Selain membahas penguatan pusat karir, diskusi juga menyoroti pentingnya menghadirkan akses pendidikan yang inklusif bagi masyarakat. Salah satu gagasan yang mendapat perhatian adalah membuka peluang bagi masyarakat yang terdampak bencana atau mengalami keterbatasan ekonomi sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui skema tersebut, masyarakat dapat mengikuti pelatihan kerja dan memperoleh kesempatan bekerja, termasuk di Jepang, selama satu hingga dua tahun. Setelah memiliki pengalaman kerja dan kondisi ekonomi yang lebih baik, mereka dapat melanjutkan pendidikan tinggi melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Vokasi, sehingga pengalaman kerja yang dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik menuju jenjang sarjana.

Model ini diharapkan menjadi solusi yang mampu menghubungkan dunia pendidikan, dunia industri, dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kesempatan kerja, tetapi juga membuka akses pendidikan tinggi bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya terkendala oleh faktor ekonomi.

Perkuat Pengembangan SDM 

Selain itu, UMTS bersama UMM kembali mempertegas komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Penandatanganan MoA ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah lebih dahulu disepakati oleh kedua perguruan tinggi sebagai landasan pengembangan kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Kerja sama yang telah terjalin antara UMTS dan UMM selama ini menunjukkan hasil yang nyata, terutama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. Implementasi MoA difokuskan pada peningkatan kualitas dosen melalui studi lanjut jenjang doktor, penguatan jejaring akademik, serta peningkatan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Salah satu indikator keberhasilan kerja sama tersebut adalah meningkatnya jumlah dosen UMTS yang melanjutkan pendidikan doktoral di UMM. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 25 dosen UMTS sedang menempuh pendidikan Program Doktor di berbagai bidang keilmuan di Universitas Muhammadiyah Malang. Kesempatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan memiliki kapasitas akademik yang semakin kuat dalam mendukung kemajuan UMTS sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus berkembang.

Selain memberikan kesempatan studi lanjut bagi para dosen, hubungan akademik antara kedua perguruan tinggi juga semakin erat melalui berbagai bentuk kolaborasi. Salah satunya adalah kepercayaan yang diberikan kepada Rektor UMTS, Dr. Darliana Sormin, M.A., untuk menjadi penguji eksternal pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMM. Amanah tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama yang dibangun tidak hanya bersifat administratif, tetapi telah berkembang menjadi kemitraan akademik yang saling memperkuat dalam menjaga mutu pendidikan tinggi.

Kerja sama ini juga mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Pada Juli 2026, tiga dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMTS dijadwalkan menyelesaikan studi doktoralnya tepat waktu. Ketiga dosen tersebut adalah Rosmaimuna Siregar, M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi PAI UMTS, Adek Kholijah Siregar, M.Pd.I., serta Mira Rahmayanti Sormin, M.A.. Keberhasilan ketiganya menyelesaikan pendidikan doktor tepat waktu menjadi capaian penting bagi UMTS dalam meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bertambahnya dosen berkualifikasi doktor di lingkungan UMTS diharapkan semakin memperkuat kapasitas institusi dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi modal penting dalam mendukung pencapaian akreditasi program studi maupun institusi serta memperluas kontribusi UMTS terhadap pembangunan pendidikan, khususnya di wilayah Tapanuli Bagian Selatan dan Sumatera Utara.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

 JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

25 January 2024

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Gorontalo menyelenggarakan acar....

Suara Muhammadiyah

16 September 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kunjungan ke Dong....

Suara Muhammadiyah

21 June 2024

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah – MPKU PP Muhammadiyah melalui program USAID MENTARI-PHC kembali ....

Suara Muhammadiyah

12 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar dan tertua di Indone....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah