UMY Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas melalui Pendampingan Berbasis Syariah

Suara Muhammadiyah

25 May 2026

304

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperluas kontribusi akademiknya kepada masyarakat melalui program pengabdian masyarakat. Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, UMY menggandeng BPR Syariah Bangun Drajat Warga untuk membangun kolaborasi strategis dalam pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kolaborasi tersebut diawali dengan pertemuan perdana di kantor BPRS BDW pada 3 April 2026 untuk menyusun strategi penguatan permodalan dan operasional usaha. Program ini secara khusus menyasar sektor kuliner lokal yang memiliki dinamika operasional tinggi dan persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Dosen pengabdi UMY, Syarif As’ad, turut memberikan pendampingan intensif kepada salah satu UMKM kuliner lokal, yakni usaha katering dan jajanan pasar milik Santika Wati (Murtini). Usaha keluarga yang telah berjalan secara turun-temurun tersebut dinilai memiliki potensi pasar yang besar, namun masih membutuhkan penguatan manajemen modern berbasis syariah agar dapat berkembang lebih optimal.

Sebagai tindak lanjut program, tim pengabdian UMY juga melakukan observasi lapangan pada 7 Mei 2026 untuk memetakan kondisi operasional usaha secara menyeluruh, mulai dari kesiapan dapur produksi, higienitas pengolahan bahan baku, hingga tata kelola keuangan usaha.

Syarif menjelaskan bahwa program pendampingan ini dirancang secara holistik agar mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi pelaku usaha.

“Pendampingan yang kami lakukan hingga akhir Mei ini kami fokuskan pada pengembangan usaha kuliner secara menyeluruh. Kami melakukan efisiensi pada penataan skema biaya produksi katering agar lebih kompetitif, melakukan transformasi digital melalui penguatan pemasaran daring, serta membenahi manajemen pelayanan operasionalnya,” ujar Syarif saat dihubungi pada Senin (25/5).

Selain penguatan aspek bisnis, kolaborasi bersama BPRS BDW juga menitikberatkan pada pengembangan spiritualitas bisnis dan literasi keuangan syariah bagi pelaku usaha.

Menurut Dosen Ekonomi Syariah, Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMY ini, penguatan nilai-nilai syariah penting agar pertumbuhan usaha tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga keberlanjutan dan keberkahan usaha.

“Melalui kerja sama dengan BPRS BDW, kami ingin mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam tata kelola usaha dan perencanaan keuangan mereka. Kami berharap pelaku UMKM binaan tidak hanya berkembang dari segi profitabilitas dan menjadi lebih mandiri, tetapi juga memiliki pemahaman literasi keuangan syariah yang kuat sehingga usaha yang dijalankan dapat membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” tambah Syarif.

Model kolaborasi transdisipliner antara akademisi, lembaga keuangan syariah, dan pelaku usaha ini diharapkan dapat menjadi stimulus positif bagi penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Program beasiswa di Kampus STIE Muhammadiyah Cilacap mengadakan M....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyam....

Suara Muhammadiyah

18 March 2026

Berita

Gelar Sharing Session Pengisian SPT Tahunan Pegawai Bersama KPP Pratama Tampan PEKANBARU, Suara Muh....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Yogyakarta (30/12) Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammad....

Suara Muhammadiyah

31 December 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Solo menggelar pengu....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah