UNIMUTU Hadir Jawab Tantangan Pembangunan SDM di Papua Barat

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

1372
UNIMUTU

UNIMUTU

TELUK BINTUNI, Suara Muhammadiyah - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Papua Barat, Dr. Suriel Samuel Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phil. (Oxon), mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di tanah Papua. Saat ini, hanya sekitar 11 persen anak Papua yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal ini masih berada jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 35 persen. Itu artinya, 89 persen anak-anak Papua belum menikmati pendidikan tinggi. 

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Mofu saat menghadiri peluncuran Kartu Teluk Bintuni Smart oleh Bupati Teluk Bintuni serta peletakan batu pertama Kampus Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Selasa (10/6). 

Oleh sebab itu Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Dr. Samsudin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dibangunnya Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU). 

Dalam kunjungannya, Samsudin menyebut pendirian UNIMUTU sebagai hasil perjuangan panjang yang melibatkan banyak pihak. Ia berharap kehadiran UNIMUTU tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga menjadi pusat keunggulan intelektual dan spiritual masyarakat Papua. 

“Kami berharap UNIMUTU menjadi pusat keunggulan yang mampu mengangkat potensi masyarakat, baik secara intelektual maupun spiritual,” ujarnya. 

Ia juga menggambarkan UNIMUTU sebagai “matahari yang terbit dari timur Indonesia”, simbol hadirnya cahaya pendidikan di wilayah yang masih memiliki angka partisipasi pendidikan tinggi rendah. 

Dengan diresmikannya UNIMUTU, kini Papua Barat memiliki dua perguruan tinggi Muhammadiyah. Sebelumnya telah berdiri Universitas Muhammadiyah Manokwari. Kedua kampus ini diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Papua Barat yang saat ini baru mencapai 11 persen, jauh di bawah rata-rata nasional. 

Peresmian UNIMUTU turut serta menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Kehadiran UNIMUTU menjadi tonggak baru dalam pembangunan pendidikan di Papua, sekaligus membuka akses lebih luas bagi generasi muda Teluk Bintuni dalam meraih masa depan yang lebih baik. 

UNIMUTU akan mulai menerima mahasiswa baru tahun akademik 2025, dengan kuota awal sebanyak 200 orang. Pemerintah daerah berharap lulusan SMA/SMK di Teluk Bintuni dan sekitarnya dapat memanfaatkan peluang ini tanpa harus merantau jauh ke luar daerah.

“Ayo kuliah di kampus kita sendiri. Mari bangun Bintuni dari Bintuni,” ajak Bupati Yohanis. (Wn/diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tapak Suci Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembal....

Suara Muhammadiyah

28 August 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - MTs Muhammadiyah Kasihan melaksanakan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TK....

Suara Muhammadiyah

27 April 2026

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah - Di tengah kesibukan Sidang Tanwir Muhammadiyah ke-112 yang berlangsung ....

Suara Muhammadiyah

9 December 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang melangsungkan Pengaj....

Suara Muhammadiyah

14 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam menghadapi Pemilu 2024, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mel....

Suara Muhammadiyah

17 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah