UNISA Yogyakarta Serukan Dialog, Keadilan, dan Perlindungan Rakyat

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

806
Foto istimewa

Foto istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengambil sikap tegas dalam menanggapi perkembangan situasi politik dan aksi massa yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. 

Melalui pernyataan sikap moral yang dibacakan Rektor UNISA, Dr Warsiti, SKp, MKep, SpMat, di depan Gedung Siti Walidah UNISA Yogyakarta pada Senin (1/9/2025), kampus ini menyampaikan sepuluh poin penting yang menyoroti isu-isu krusial mulai dari penegakan hukum hingga kesejahteraan rakyat. Kegiatan ini diikuti seluruh pimpinan, pegawai dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNISA Yogyakarta.

Dalam pernyataannya, UNISA Yogyakarta menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam aksi demonstrasi. Kampus ini menegaskan bahwa negara wajib hadir memberikan perlindungan serta pemulihan bagi keluarga korban yang terdampak secara psikologis, sosial, maupun ekonomi.

UNISA Yogyakarta juga menuntut transparansi dalam penegakan hukum, khususnya terkait kasus yang menimpa almarhum Affan Kurniawan. Proses hukum harus berjalan adil, terbuka, dan tidak diskriminatif agar memberi kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat. Rektor Warsiti menegaskan, apabila proses hukum tidak sesuai dengan kaidah, hal itu berpotensi menjadi preseden buruk bagi generasi mendatang.

Selain itu, UNISA Yogyakarta menolak segala bentuk kekerasan dalam penyampaian pendapat. Menurut Warsiti, menyuarakan aspirasi adalah hak konstitusional warga negara yang harus dilindungi, bukan dibalas dengan tindakan represif. Sebaliknya, UNISA mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog yang lebih luas kepada masyarakat.

Di sisi lain, UNISA Yogyakarta juga meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan yang menimbulkan keresahan rakyat, terutama terkait kenaikan harga bahan pokok dan pajak yang dinilai berdampak pada kesejahteraan keluarga, pendidikan, serta peluang kerja. “Kebijakan yang tidak pro rakyat hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial,” bunyi salah satu pernyataan sikap.

Kritik juga diarahkan kepada partai politik. UNISA Yogyakarta menyerukan agar praktik politik uang dihentikan, dan pimpinan partai berkomitmen menghadirkan kader yang kompeten, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Sementara itu, kepada masyarakat yang berunjuk rasa, UNISA Yogyakarta berpesan untuk tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi dengan cara damai, santun, dan bertanggung jawab tanpa merusak fasilitas umum atau melakukan penjarahan. Di akhir pernyataan, kampus ini juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk berdoa demi keselamatan negeri menuju Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

UNISA Yogyakarta menutup pernyataannya dengan ajakan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, menghindari kerumunan, serta tidak mengajak maupun menonton unjuk rasa baik secara langsung maupun melalui media. Kampus ini menegaskan bahwa kemajuan Indonesia hanya akan terwujud jika seluruh elemen bangsa mengedepankan keadilan, persatuan, dan kebijaksanaan dalam setiap tindakan. (Sinta/Nurvi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah Daerah Istimewa....

Suara Muhammadiyah

18 September 2024

Berita

BATU, Suara Muhammadiyah - Pada era saat ini, umat dan bangsa kita menghadapi persoalan yang sangat ....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pemilu 2024 di depan mata. Pada Rabu (14/2) mendatang, seluru....

Suara Muhammadiyah

12 February 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Pengajian Selapanan PCM Purwokerto Selatan pada tanggal 15 Desember....

Suara Muhammadiyah

15 December 2024

Berita

BANDARLAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Komplek Muhammadiyah Labuhan Ratu Kota Bandarlampun....

Suara Muhammadiyah

15 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah