LOMBAR, Suara Muhammadiyah - Setelah memantau persiapan Tes Kemampuan Akademik di SD Dwijendra Mataram dan mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Lombok Barat di Sentra Paramita, unit pelaksana teknis Kementerian Sosial, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq melanjutkan kunjungan ke Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat, Senin (13/4/2026).
Di hadapan pengurus Muhammadiyah, para siswa dan guru, Wamen Fajar mengajak Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat menyiapkan generasi yang kuat dalam nilai dan siap bersaing di tingkat global.
“Pemerintah Presiden Prabowo saat ini sedang melakukan transformasi pendidikan. Hemat saya, sekolah swasta harus terus adaptasi. Saya percaya sekolah Muhammadiyah bisa bergerak mengikuti perubahan zaman,” ujar Wamen Fajar.
Menurutnya, watak Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharu merupakan kekuatan besar untuk menjawab tantangan global.
“DNA Muhammadiyah adalah pembaharu. Muhammadiyah mudah beradaptasi dan selalu melakukan inovasi, dan itulah karakter pembaharu. Kompetitor kita hari ini adalah bangsa lain. Maka kita harus ber-fastabiqul khairat dengan bangsa lain,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap alumni Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat kelak tampil sebagai talenta global yang membawa nama baik bangsa dan Muhammadiyah.
“Saya berharap alumni Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat harus jadi talenta global, berdiaspora di level global, tanpa melihat batas negara, agar Muhammadiyah juga berkibar di mancanegara,” harapnya.
Ia pun mengingatkan para siswa agar tetap berpijak kuat pada nilai.
“Ade-ade harus pegang prinsip: akarnya menghunjam ke bumi, dahannya menjulang ke angkasa,” pesannya.
Wamen Fajar juga menegaskan saat ini pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang lebih adil bagi semua sekolah, baik negeri maupun swasta.
“Pak Menteri Abdul Mu’ti berpesan, kami di Kemendikdasmen harus memberikan yang terbaik untuk semua. Logika perbedaan negeri dan swasta harus kita hilangkan. Semua punya hak yang sama. Keberpihakan kepada sekolah swasta sekarang nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, kunjungannya ke SD Dwijendra menjadi penanda bahwa pengabdian di pemerintahan harus menjangkau semua.
“Kunjungan pertama saya setelah mendarat di NTB hari ini adalah ke SD Dwijendra. Bagi saya, ini bagian dari penegasan bahwa ketika kami dihibahkan oleh Muhammadiyah untuk bangsa, maka pengabdian itu harus menyentuh semua, tanpa sekat,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Wamen Fajar juga menandatangani prasasti Restoran Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat sebagai penanda dukungan terhadap penguatan sarana pendidikan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Falahudin, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wamen Fajar di NTB dan menyebut kunjungan tersebut sebagai penghormatan bagi Muhammadiyah NTB.
“Terima kasih Mas Wamen sudah ke NTB. Ini kehadiran beliau yang kedua, dan ini penghormatan bagi kami. Kegiatan Pak Wamen tentu untuk negara, tetapi alhamdulillah masih mampir ke Muhammadiyah,” ujar Falahudin.
Ia menegaskan kader Muhammadiyah yang mendapat amanah sebagai pejabat negara sejatinya sedang menjalankan pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.
“Orang Muhammadiyah yang ditunjuk menjadi pejabat negara itu kita hibahkan untuk negara. Menjadi pejabat itu adalah wasilah Muhammadiyah. Ini bukan untuk pribadi, tetapi untuk kemaslahatan yang lebih luas,” katanya.
Menutup pertemuan itu, Wamen Fajar menegaskan keyakinannya bahwa sekolah Muhammadiyah akan terus menjadi bagian penting dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul dan berkemajuan.
“Sekolah Muhammadiyah harus terus adaptif, inovatif, dan berkemajuan. Saya percaya dari sini akan lahir generasi yang tidak hanya kuat di akar nilai, tetapi juga siap menembus dunia,” pungkasnya.
