SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk melakukan tajdid pendidikan atau pembaruan menyeluruh serta memperkuat kualitas guru sebagai fondasi utama peningkatan mutu pembelajaran.
Hal tersebut disampaikan saat menutup secara resmi kegiatan Baitul Arqom Guru yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) bekerja sama dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat pada Minggu (15/02/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci untuk mewujudkan Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.
Menurutnya, realitas sekolah swasta menunjukkan disparitas mutu yang nyata. Di satu sisi terdapat sekolah Muhammadiyah yang sangat diminati hingga pendaftarnya harus antre bertahun-tahun, seperti SD Muhammadiyah Sapen di Yogyakarta. Namun di sisi lain, masih terdapat sekolah yang jumlah siswanya terbatas dan berjuang mempertahankan keberlanjutan.
“Ini menunjukkan bahwa kualitas menentukan kepercayaan publik. Orang tua akan memilih sekolah terbaik. Jika tidak berbenah dan melakukan reformasi, kita akan tertinggal,” tegasnya.
Wamen Fajar juga menekankan bahwa tantangan utama terletak pada mutu pembelajaran. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA menunjukkan belum ada satu pun sekolah Muhammadiyah yang masuk 10 besar bahkan 100 besar. Karena itu, hasil TKA harus dijadikan cermin evaluasi.
“Yang perlu kita benahi bukan anak-anaknya, melainkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, dan kepemimpinan kepala sekolah. Standar mutu harus objektif. Literasi dan numerasi kita juga masih berada di bawah standar global,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, ia menyampaikan bahwa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, tengah melakukan pembenahan tata kelola guru secara sistemik berbasis empat kompetensi sesuai amanat Undang-Undang Guru dan Dosen: pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Selain itu, Kemendikdasmen menurut Wamen Fajar terus mempercepat pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG), termasuk menyiapkan kuota bagi 150 ribu calon guru untuk mengikuti PPG pada tahun ini, guna memperkuat pasokan guru profesional ke depan. Pemerintah juga memastikan tunjangan profesi guru (TPG) sebesar Rp2 juta per bulan diberikan langsung setiap bulan tanpa melalui pemerintah daerah. Kebijakan ini menjadi wujud keberpihakan pemerintah kepada guru, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta.
Pada akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan Kontrak Kerja Sama antara Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat tentang Peningkatan Kualitas Guru di Lingkungan Dikdasmen Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Menurut Wamen Fajar, kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme guru-guru Muhammadiyah di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Menutup sambutannya, Wamen Fajar mengutip sebuah hadis yang menyatakan bahwa Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya secara profesional. Oleh karena itu, ia mengajak para guru untuk menjalankan profesi dengan totalitas dan kualitas terbaik.
“Guru yang profesional dan bekerja dengan sungguh-sungguh adalah fondasi kemajuan sekolah dan masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.

