Wamendikdasmen: Api Pencerahan Muhammadiyah Jawa Barat Harus Terus Menyala Melalui Mutu Pendidikan

Suara Muhammadiyah

27 June 2026

140
Foto Istimewa

Foto Istimewa

CIMAHI, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa api pencerahan Muhammadiyah Jawa Barat harus terus menyala melalui peningkatan mutu pendidikan, inovasi layanan, dan harmoni ekosistem amal usaha Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan Fajar saat memberikan arahan sekaligus membuka Rakorwil Majelis Dikdasmen dan PNF, MPKSDI, dan LP2M PWM Jawa Barat di BBPPMPV BMTI Cimahi, Sabtu (27/6).

Dalam arahanya Fajar mengatakan bahwa Muhammadiyah Jawa Barat sejak awal telah menjadi bagian dari mata rantai gerakan pencerahan Muhammadiyah. Ia menyinggung jejak Muhammadiyah di Sukabumi yang sejak awal sudah terkoneksi dengan tokoh-tokoh penting Persyarikatan, termasuk Haji Rasul, ayah Buya Hamka, dan A.R. Sutan Mansur, serta perkembangan gerakan di Jasinga dan Leuwiliang Bogor.

Menurutnya, sejarah tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah Jawa Barat bukan hanya sekedar penonton dalam perjalanan Persyarikatan. Jawa Barat juga pernah menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-36 di Bandung pada 1965, saat Presiden Soekarno hadir dan menegaskan pentingnya nasionalisme kebangsaan serta menyalakan api Islam.

“Dari refleksi sejarah ini, kita perlu meyakini bahwa Muhammadiyah Jawa Barat sejak awal menjadi bagian dari gerakan pencerahan bangsa. Karena itu, api pencerahan Muhammadiyah Jawa Barat harus terus menyala melalui mutu pendidikan,” ujar Fajar.

Fajar menilai geliat Muhammadiyah Jawa Barat dalam satu dekade terakhir semakin terasa. Momentum ini, kata pria kelahiran Sukabumi tesebut, perlu terus dirawat dengan memperkuat amal usaha, terutama di bidang pendidikan. 

Ia menekankan pentingnya untuk terus mengubah orientasi dari sekadar banyaknya amal usaha menuju kualitas amal usaha sebagaimana yang terus digaungkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah. 

“Pak Haedar Nashir juga Pak Abdul Mu’ti selalu mengingatkan hal tersebut, bahwa kompetisi pendidikan hari ini semakin ditentukan oleh mutu, inovasi, layanan yang baik, dan kepercayaan masyarakat. Karena kompetisi hari ini adalah kompetisi yang berorientasi pada layanan dan kualitas,” tegasnya.

Fajar juga mengapresiasi capaian sekolah Muhammadiyah Jawa Barat, terutama jenjang SMP yang telah memiliki akreditasi A di atas 80 persen. Namun, ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah pada jenjang SD dan SMA yang perlu terus diperkuat.

Ia mendorong Muhammadiyah Jawa Barat membangun budaya mutu dari PAUD hingga SMA/SMK/MA. Sekolah Muhammadiyah, menurutnya, tidak cukup mengejar status akreditasi, tetapi harus memastikan pembelajaran hidup, guru bertumbuh, kepala sekolah memimpin perubahan, dan layanan pendidikan makin dipercaya masyarakat.

“Sekolah Muhammadiyah harus semakin unggul. Kalau hari ini sekolah unggul di Jawa Barat baru sekitar 12 persen, kita perlu dorong agar naik, minimal 30 persen. Ini pekerjaan besar yang membutuhkan ketekunan dari semua pihak,” ujarnya.

Fajar juga mendorong strategi satu kabupaten/kota satu sekolah unggulan di setiap jenjang. Ia mengingatkan agar pembukaan dan pengembangan sekolah dilakukan dengan perencanaan, mutu, inovasi, dan keberlanjutan.

“Jangan hanya bermodal bismillah lalu membuka sekolah. Sekolah Muhammadiyah harus dibangun dengan perencanaan, mutu, inovasi, dan keberlanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, Fajar meminta sekolah Muhammadiyah membaca perubahan zaman, terutama meningkatnya ekspektasi orang tua, hadirnya generasi digital, serta kompetisi mutu layanan pendidikan yang semakin kuat. Karena itu, sekolah Muhammadiyah perlu memperkuat ekosistem pembelajaran yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Ke depan, kecakapan sosial, emosional, dan spiritual akan semakin penting. Sekolah Muhammadiyah punya modalitas kuat untuk membangun ekosistem pembelajaran yang sehat, terutama di era kecerdasan buatan,” jelasnya.

Fajar menegaskan, sekolah swasta yang dikelola masyarakat, termasuk Muhammadiyah, merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan.

“Pendidikan nasional tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri. Muhammadiyah adalah salah satu komponen bangsa yang sangat penting dalam kerja-kerja untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai termaktub dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 ,” ujarnya.

Sementara Ketua PWM Jawa Barat, Ahmad Dahlan menyampaikan bahwa Muhammadiyah sejak awal bergerak melalui pendidikan. Menurutnya, Muhammadiyah merupakan agen pencerahan bangsa yang menguatkan keislaman, kebangsaan, dan kemajuan.

“Kami mengundang Pak Wamendikdasmen Fajar karena sejak awal Muhammadiyah memang dikenal bergerak di bidang pendidikan. Muhammadiyah adalah agen pencerahan bangsa. Maka, kolaborasi untuk keunggulan harus terus kita kuatkan,” ujar KH Ahmad Dahlan.

Di akhir, Fajar berharap melalui rakorwil ini Muhammadiyah Jawa Barat diharapkan semakin memperkuat harmoni ekosistem pendidikan, memperluas kolaborasi, dan mengonsolidasikan langkah menuju amal usaha pendidikan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.

“Orang menghormati Muhammadiyah karena mutu dan layanan. Maka pelayanan seluas-luasnya tanpa pandang bulu harus terus menjadi ciri khas Muhammadiyah. Dari situlah peran strategis Muhammadiyah akan terus dihormati,” pungkas Fajar yang juga merupakan Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah .

Dalam kegiatan tersebut, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq didampingi Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin dan para kepala UPT Kemendikdasmen di Jawa Barat, Kepala BBPMP Jawa Barat Komalasari, Kepala BBGTK Jawa Barat Sugito, serta Kepala BBPPMPV BMTI Baharudin.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SPANYOL, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 15 kader Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah (IMM) yang berdomisili ....

Suara Muhammadiyah

9 August 2024

Berita

TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah - Usai memberikan tausiah pada Wisuda Takrimun Najihin Pesantren Muh....

Suara Muhammadiyah

8 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebuah langkah mulia untuk membantu para pendidik terbebas dari jer....

Suara Muhammadiyah

25 March 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi Halal (PSH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mel....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menjadi tantangan t....

Suara Muhammadiyah

11 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah