Wamendikdasmen: Pustakawan Penjaga Nalar Bangsa di Era AI

Suara Muhammadiyah

7 July 2026

219
Istimewa

Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Peringatan Hari Pustakawan Indonesia yang untuk pertama kalinya diperingati pada 7 Juli menjadi momentum meneguhkan peran pustakawan sebagai penggerak literasi dan penjaga ekosistem pengetahuan bangsa. Penetapan tersebut termaktub dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 81/M/2025, merupakan bentuk penghormatan negara kepada pustakawan sekaligus penguatan komitmen mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan bahwa di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI), ledakan informasi digital, dan perubahan cara masyarakat memperoleh pengetahuan, pustakawan justru semakin strategis.

“Teknologi mampu menghadirkan informasi dalam hitungan detik. Namun tidak semua informasi adalah produk pengetahuan, apalagi kebijaksanaan. Di sinilah pustakawan hadir sebagai penjaga nalar, penghubung manusia dengan pengetahuan yang dapat dipertanggung jawabkan, sekaligus pendamping masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat.” ungkapnya.

Menurut Fajar, transformasi digital tidak akan menggantikan peran buku maupun pustakawan. Format buku boleh berubah dari cetak ke digital, tetapi nilainya tetap relevan karena buku melatih daya pikir mendalam, membentuk karakter, memperluas imajinasi, dan menumbuhkan kebijaksanaan.

Di sisi lain, Fajar menyinggung data Perpustakaan Nasional yang menunjukkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) nasional berada pada angka 54,8. Angka ini menunjukkan masih terbuka ruang besar untuk memperkuat budaya baca masyarakat. Namun, bagi Fajar, kondisi tersebut bukan alasan untuk pesimis.

“Saya optimistis, setiap buku yang dibaca, setiap perpustakaan yang dihidupkan, dan setiap pustakawan yang menginspirasi adalah investasi bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Bangsa yang maju bukan lahir dari masyarakat yang sekadar menguasai teknologi, tetapi dari masyarakat yang gemar belajar.” tegasnya.

Menurut Fajar, pustakawan masa kini bukan lagi sekadar pengelola koleksi perpustakaan. Mereka adalah kurator pengetahuan, fasilitator literasi digital, sekaligus mitra guru dalam membangun kemampuan bernalar, berpikir kritis, dan karakter murid.

Lebih jauh, Fajar mengatakan semangat tersebut sejalan dengan perhatian dan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan budaya membaca, menulis, dan belajar. Ia juga menegaskan bahwa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, secara konsisten mengingatkan pentingnya buku sebagai fondasi kemajuan bangsa.

“Pak Menteri Abdul Mu’ti  mengingatkan bahwa salah satu fondasi kemajuan bangsa adalah buku. Karena itu, penguatan ekosistem perbukuan, perpustakaan, budaya membaca, dan profesi pustakawan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul.” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Fajar mengajak seluruh satuan pendidikan menjadikan perpustakaan sebagai jantung pembelajaran dan ruang tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif, serta reflektif.

“Hari Pustakawan Indonesia bukan sekadar memperingati sebuah profesi mulia, melainkan meneguhkan keyakinan bahwa kemajuan bangsa selalu dimulai dari budaya membaca. Budaya membaca akan tumbuh apabila buku, perpustakaan, guru, dan pustakawan berjalan bersama. Saya meyakini dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia akan menjadi bangsa pembelajar yang unggul, berkarakter, dan mampu memimpin peradaban di era digital.” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Permabudhi Persatuan Umat Buddha Indonesia Philip K W....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

IDN Times Hadirkan Wawasan Literasi Digital untuk Semua IDN Times merupakan media yang dikenal foku....

Suara Muhammadiyah

28 November 2025

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Perhelatan CRM Award V yang diselenggarakan LPCRPM (Lembaga Pengemba....

Suara Muhammadiyah

2 November 2024

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyambut kedatangan guru dan siswa dari SMA Muham....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Band....

Suara Muhammadiyah

28 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah