Wisuda ke-100 Mu’allimin, Haedar Nashir Tekankan Budaya Ihsan dan Kaderisasi

Suara Muhammadiyah

11 May 2026

439
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta harus terus menjadi model pendidikan kader Muhammadiyah yang mampu melampaui zaman tanpa kehilangan jati diri dan orientasi pengabdiannya.

Pesan tersebut disampaikan Haedar dalam Haflah Takharruj (Wisuda) Angkatan ke-100 Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2025/2026 di Convention Hall Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Ahad (10/05/2026).

Menurut Haedar, jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan menjadi rujukan penting bagi Mu’allimin-Mu’allimaat untuk terus bergerak maju menghadapi perubahan zaman. Ia menggambarkan Ahmad Dahlan sebagai sosok sederhana dari Kauman yang visioner, berani menyempal dari tradisi lama, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang mencerahkan.

“Beliau terbang tinggi, tetapi tidak pernah mencari tempat sendiri. Orientasi Muhammadiyah adalah budaya ihsan, yakni berbuat yang terbaik dan berkesinambungan untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Haedar.

Haedar menegaskan, lembaga kader Muhammadiyah yang telah berdiri lebih dari satu abad itu harus tetap shalih li kulli zaman wa makan, relevan di setiap ruang dan zaman. Menurutnya, tantangan generasi masa kini menuntut kader Muhammadiyah tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan orientasi pengabdian.

Ia menilai Mu’allimin-Mu’allimaat memiliki tanggung jawab melahirkan kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa yang mampu menjawab perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga tantangan kemanusiaan global.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq mengingatkan para wisudawan agar menyiapkan mental dan ketangguhan menghadapi era revolusi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Fajar meneguhkan kembali enam pesan almarhum Ahmad Syafii Maarif kepada siswa Mu’allimin, yakni menyiapkan diri, melapangkan dada, tidak mudah marah, tidak mudah putus asa, menghadapi masyarakat dengan kepala tegak, serta menyampaikan Islam dengan bahasa hati.

“Kalau hanya mengejar kecerdasan teknis, robot bisa menggantikannya. Tetapi yang tidak tergantikan adalah hati manusia. Di situlah letak nilai dan keistimewaan kita,” ujar Fajar.

Menurutnya, generasi muda hari ini hidup di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan perkembangan AI yang menuntut kemampuan beradaptasi sekaligus keteguhan nilai.

Wisuda Angkatan ke-100 Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta turut dihadiri orang tua wisudawan, pimpinan Muhammadiyah, serta tokoh pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM Kabupaten Tegal, Fatin Hamman, turut memberikan testimoni mewakili orang tua wisudawan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Sam'un Mukramin, dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makass....

Suara Muhammadiyah

16 February 2024

Berita

Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Tuberculosis pada Anak KUDUS, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka....

Suara Muhammadiyah

19 November 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang dilaksanakan pada Ahad (4/8) mengusun....

Suara Muhammadiyah

7 August 2024

Berita

SAMBAS, Suara Muhammadiyah - Nelayan Sambas di pesisir Paloh selama dua tahun mendapat pendampingan ....

Suara Muhammadiyah

26 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah sukses digelar selama 3 hari, Tapak Suci National Champions....

Suara Muhammadiyah

21 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah