Wisuda ke-100 Mu’allimin, Haedar Nashir Tekankan Budaya Ihsan dan Kaderisasi

Publish

11 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
140
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta harus terus menjadi model pendidikan kader Muhammadiyah yang mampu melampaui zaman tanpa kehilangan jati diri dan orientasi pengabdiannya.

Pesan tersebut disampaikan Haedar dalam Haflah Takharruj (Wisuda) Angkatan ke-100 Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2025/2026 di Convention Hall Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Ahad (10/05/2026).

Menurut Haedar, jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan menjadi rujukan penting bagi Mu’allimin-Mu’allimaat untuk terus bergerak maju menghadapi perubahan zaman. Ia menggambarkan Ahmad Dahlan sebagai sosok sederhana dari Kauman yang visioner, berani menyempal dari tradisi lama, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang mencerahkan.

“Beliau terbang tinggi, tetapi tidak pernah mencari tempat sendiri. Orientasi Muhammadiyah adalah budaya ihsan, yakni berbuat yang terbaik dan berkesinambungan untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Haedar.

Haedar menegaskan, lembaga kader Muhammadiyah yang telah berdiri lebih dari satu abad itu harus tetap shalih li kulli zaman wa makan, relevan di setiap ruang dan zaman. Menurutnya, tantangan generasi masa kini menuntut kader Muhammadiyah tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan orientasi pengabdian.

Ia menilai Mu’allimin-Mu’allimaat memiliki tanggung jawab melahirkan kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa yang mampu menjawab perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga tantangan kemanusiaan global.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq mengingatkan para wisudawan agar menyiapkan mental dan ketangguhan menghadapi era revolusi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Fajar meneguhkan kembali enam pesan almarhum Ahmad Syafii Maarif kepada siswa Mu’allimin, yakni menyiapkan diri, melapangkan dada, tidak mudah marah, tidak mudah putus asa, menghadapi masyarakat dengan kepala tegak, serta menyampaikan Islam dengan bahasa hati.

“Kalau hanya mengejar kecerdasan teknis, robot bisa menggantikannya. Tetapi yang tidak tergantikan adalah hati manusia. Di situlah letak nilai dan keistimewaan kita,” ujar Fajar.

Menurutnya, generasi muda hari ini hidup di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan perkembangan AI yang menuntut kemampuan beradaptasi sekaligus keteguhan nilai.

Wisuda Angkatan ke-100 Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta turut dihadiri orang tua wisudawan, pimpinan Muhammadiyah, serta tokoh pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM Kabupaten Tegal, Fatin Hamman, turut memberikan testimoni mewakili orang tua wisudawan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah terus berinovasi dalam upaya yang diwariskan oleh KH Ahmad ....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Saad Ibrahim mengatakan, dakwa....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024

Berita

MANAMA, Suara Muhammadiyah – Konferensi Dialog Intra – Islam yang berlangsung di Manama,....

Suara Muhammadiyah

20 February 2025

Berita

KL, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Monica Bella Angg....

Suara Muhammadiyah

13 February 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) PDM Cilacap, sebagai ajang memotivasi....

Suara Muhammadiyah

10 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah