Zakat: Ketika Kesalehan Spiritual Menjadi Keadilan Sosial

Publish

17 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
85
Muhammad Fitriani

Muhammad Fitriani

Zakat: Ketika Kesalehan Spiritual Menjadi Keadilan Sosial

Oleh: Muhammad Fitriani, Wakil Ketua PWPM Kalteng.

Puasa melembutkan hati, zakat menggerakkan tangan. Di sinilah kesalehan pribadi berubah menjadi solidaritas sosial yang nyata. Ramadan hampir mencapai garis akhir. Setelah sebulan manusia dilatih menahan diri melalui puasa, Islam mengarahkan umatnya kepada satu ibadah yang sangat sosial: zakat.

Allah berfirman: “Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.” (Al-Baqarah: 43)

Dalam Al-Qur’an, zakat hampir selalu disebut berdampingan dengan salat. Ini bukan kebetulan. Ia menunjukkan keseimbangan Islam antara kesalehan spiritual dan tanggung jawab sosial.

Makna Zakat: Bersih dan Bertumbuh

Kata zakat berasal dari akar kata zakฤ yang berarti: bersih, tumbuh, berkembang. Zakat bukan sekadar memberikan sebagian harta. Ia adalah proses pembersihan jiwa dari sifat kikir sekaligus menumbuhkan keberkahan dalam harta. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa zakat membersihkan jiwa dari keserakahan dan membersihkan harta dari hak orang lain yang ada di dalamnya.

Hubungan Puasa dan Zakat

Puasa mendidik empati. Ketika seseorang menahan lapar dan haus, ia mulai merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kekurangan. Zakat kemudian menjadi bentuk nyata dari empati tersebut. Puasa membangun kesadaran, zakat menerjemahkan kesadaran itu menjadi tindakan. Inilah mengapa Ramadan menjadi bulan yang sangat kuat dalam solidaritas sosial.

Zakat dalam Arsitektur Islam

Dalam hadis Rasulullah ๏ทบ disebutkan: “Islam dibangun di atas lima perkara.” (Bukhari dan Muslim). 

Salah satu rukun itu adalah zakat

Dalam analogi bangunan Islam yang kita gunakan sebelumnya: syahadat sebagai fondasi, salat sebagai tiang, puasa sebagai atap, zakat sebagai pintu dan jendela yang menghubungkan bangunan dengan dunia luar. Melalui zakat, kesalehan seorang Muslim tidak berhenti pada ibadah pribadi. Ia menyentuh kehidupan sosial.

Dimensi Keadilan Sosial

Zakat bukan sekadar sedekah sukarela. Ia adalah kewajiban yang memiliki dimensi keadilan ekonomi. Allah berfirman: “Agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja.” (QS. Al-Hasyr : 7)

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya berbicara tentang ibadah spiritual, tetapi juga tentang keseimbangan sosial.

Memasuki hari ke-28 Ramadan, umat Islam mulai mempersiapkan zakat. Ini adalah tanda bahwa Ramadan tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan manusia.

Puasa membentuk hati yang lembut. Zakat melahirkan masyarakat yang adil. Ramadan mendidik manusia melalui dua dimensi: dimensi spiritual melalui puasa dan dimensi sosial melalui zakat. Kesalehan sejati bukan hanya terlihat dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama. Karena iman yang hidup tidak berhenti di sajadah, tetapi mengalir dalam kepedulian sosial.

Karena itu, LAZISMU Kalteng terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah guna mendukung program tersebut. Bagi para donatur yang ingin menyerahkan zakat,infaq, dan shadaqahnya lewat lazismu Kalimantan Tengah, dapat melalui Transfer Donasi-Mu: BSI : 104 683 6886 (Infaq/Sedekah), BSI : 709 9271 7138 (Zakat), Muamalat : 6310037466 (zakat), BPK : 1002020000221587 (Hibah & Program Terikat) rekening a.n. LAZISMU PWM Kalteng Konfirmasi Donasi WA. 0822 5056 1123 (Lazismu Kalteng). (mf)


Komentar

Layanan Pengaduan - Hubungi Kami

๐—›๐˜‚๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ถ ๐—ฐ๐—ฎ๐—น๐—น ๐—ฐ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—บ๐—ถ ๐—ž๐—ฟ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐—ข๐—ป๐—ฒ ๐Ÿฌ๐Ÿด๐Ÿฑ๐Ÿฑ-๐Ÿณ๐Ÿต๐Ÿต๐Ÿฒ๐Ÿด๐Ÿด๐Ÿด ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—–๐—ฆ ๐—ž๐—ฟ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐—ข๐—ป๐—ฒ ๐Ÿฌ๐Ÿด๐Ÿฑ๐Ÿญ-๐Ÿฐ๐Ÿฎ๐Ÿฏ๐Ÿฒ๐Ÿด๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฌ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚๐—ถ ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ถ๐—น ๐—ฐ๐˜€@๐—ธ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฒ.๐—ถ๐—ฑ. ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฐ๐˜‚๐˜€๐˜๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ ๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐˜ƒ๐—ถ๐—ฐ๐—ฒ ๐—ž๐—ฟ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐—ข๐—ป๐—ฒ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ถ๐—ต๐˜‚๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ถ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—ป-๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚ ๐—ฝ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—น ๐Ÿฌ๐Ÿด:๐Ÿฌ๐Ÿฌ-๐Ÿฎ๐Ÿฏ:๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ช๐—œ๐—•.

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Dinamika Lansia Mengadopsi Budaya Digital  Penulis: Amalia Irfani, Kaprodi SAA FUSHA IAIN Pont....

Suara Muhammadiyah

4 January 2026

Wawasan

Dua Sudut Pandang: Mengapa Cabang–Ranting Terasa Jauh Dari Anak Muda Oleh: Muhammad Zulfi Ifa....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Wawasan

Ibrah dari Perang Badar (2) Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Ma....

Suara Muhammadiyah

4 September 2024

Wawasan

Oleh: Ir Tito Yuwono, MSc, PhD, IPM, Dosen Jurusan Teknik Elektro-UII Yogyakarta, Sekretaris Majelis....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan/Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Pernahkah Anda mendengar klaim b....

Suara Muhammadiyah

7 May 2025

Tentang

ยฉ Copyright . Suara Muhammadiyah