BREBES, Suara Muhammadiyah – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti prosesi Haflah Takhoruj Angkatan III Muhammadiyah Boarding School Bumiayu, Ahad (10/5) di Twenty One Zarafa Land Cafe Bumiayu. Sebanyak 34 santri tingkat SMA resmi dilepas setelah menempuh pendidikan pesantren.
Mudir Muhammadiyah Boarding School Bumiayu, Utsman Arif Fathka menyampaikan, pesantren berkomitmen mencetak kader ulama Qur’ani yang unggul secara intelektual, spiritual, dan berakhlak mulia.
“Banyak alumni juga diterima di berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Al-Azhar, UI, UGM, UNS, UNDIP, UNY, UNNES UNSOED, UIN SAIZU Purwokerto, UIN Yogyakarta, UIN Jakarta, UIN Solo, UIN Pekalongan, UMY, UMM, UMS, UAD, UMP, dan sejumlah kampus lainnya melalui jalur tahfidz dan prestasi,” ungkapnya.
Kepala SMA Muhammadiyah Bumiayu, Sulton Aji Saputro mengatakan, para lulusan Angkatan III tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman.
“Pesantren MBS Bumiayu tidak hanya membentuk kemampuan akademik santri, tetapi juga menanamkan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai keislaman sebagai bekal menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bumiayu Erma Muttaqin menyebut, keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan sebagai investasi kaderisasi Muhammadiyah jangka panjang.
“Kami berharap mereka terus tumbuh menjadi kader yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial untuk kemajuan bangsa dan umat serta siap menjadi garda depan dakwah berkemajuan Muhammadiyah nantinya,” ujarnya.
Serupa itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bumiayu, Sukmono menegaskan, para lulusan akan menjadi bagian dari mata rantai perjuangan Muhammadiyah di masa depan.
“Jadilah kader umat, bangsa, dan Persyarikatan yang mampu membawa manfaat luas bagi masyarakat. Teruslah belajar, mengabdi, dan menjaga semangat dakwah berkemajuan Muhammadiyah di manapun kalian berada,” pesannya.
Pada Haflah Takhoruj Angkatan III tersebut, pihak pesantren juga mengumumkan sejumlah santri berprestasi. Predikat santri teladan diraih Ranee Fauziyah Yasmin asal Bantul DIY dengan hafalan 30 juz dan prestasi lomba tingkat nasional. Santri berprestasi putra diraih Muhammad Rais Isham asal Bintan, Kepulauan Riau, dengan hafalan 10 juz.
Sementara santri berprestasi putri diraih Aldhitadina Aulia Rahayu asal Kuningan Jawa Barat dengan hafalan 19 juz 1 lembar. Selain itu, Gita Neysa Athifah dan Nayla Najwa Aulia asal Tegal juga berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. (Tarqum)

