81 Tahun Republik Berdiri, Bersyukur Tak Boleh Berhenti dan Bertepi

Suara Muhammadiyah

16 August 2026

76
Aris Madani, SPdI., MSI

Aris Madani, SPdI., MSI

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - 81 tahun, menjadi usia bangsa Indonesia saat ini. Sederet peristiwa dan lipatan zaman telah dilalui, meninggalkan bekas kenangan tak terperi. 

Di sinilah, letak pentingnya bersyukur atas nikmat kemerdekaan dari Tuhan tiada taranya itu, kendati di dalamnya sarat kompleksitas yang mengungkung.

"Kita harus bersyukur dan bersabar. Syukur tak bertepi, sabar tanpa tapi," tegas Aris Madani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.

Kesyukuran menjadi bagian fundamental dalam kehidupan. Dan ini, mesti terejawantah dalam denyut nadi kehidupan sehari-hari.

"Ketika orang mukmin mendapatkan nikmat, dia bersyukur kepada Allah. Sebesar apa pun, sekecil apa pun, nikmat yang Allah berikan kepada kita, harus kita syukuri," tegasnya.

Demikianlah substansialnya bersyukur, lebih-lebih dalam nuansa kemerdekaan seperti sekarang ini. Tak pelak, bersyukur menjadi sesuatu hal yang niscaya.

"Orang mukmin itu tidak pernah merugi. Karena setiap mendapatkan kesenangan dia bersyukur," tekannya, Sabtu (15/8) dalam Pengajian Saketewu di Halaman Parkir Kantor PDM Kota Yogyakarta.

Bagi Aris, umat Islam sudah semestinyalah berbuat demikian. Memandang segala nikmat yang terpercik dari langit, bersifat baik dan positif.

"Jika dia mendapatkan nikmat, dia bersyukur kepada Allah," tekannya, menitikberatkan pada sisi merespons atas apa-apa yang diberikan itu baik untuk kehidupan berikutnya.

"Jadi pandangan, persepsi orang mukmin itu luar biasa. Ini pandangan yang luar biasa yang membedakan dengan manusia pada umumnya," tegasnya.

Hal pelik berikutnya muncul di dataran permukaan. Bahwa, bersyukur masih muncul bayang-bayang skeptis. "Tapi ada tapinya," ucap Aris. Menurutnya, ini menjadi penghambat turunnya nikmat selanjutnya.

"Allah akan tambah nikmatnya itu kalau bersyukurnya tanpa batas. Syukurnya tidak bertepi," bebernya.

Syukur tak bertepi, sambungnya, merupakan implementasi bersyukur yang tidak ada batasnya. Artinya, tidak menunggu nikmat besar, lalu bersyukur. Tapi, sedikit lalu disyukuri.

"Allah akan tambah, apalagi banyak bersyukur, pasti tambah lagi nikmat yang diberikan kepada kita," terang Aris.

Tanda Syukur Tak Bertepi 

Ada tiga tanda syukur tak bertepi. Pertama, bersyukur di waktu sempit. Dikala terjepit kebutuhan pokok, seseorang masih tersadarkan untuk mengucapkan terima kasih kepada limpahan nikmat dari Allah, walau getir-pahit membelenggunya.

"Ini syukur level tinggi. Karena tidak menunggu kaya baru bersyukur. Tidak menunggu banyak lalu bersyukur. Sedikit, kita syukuri," ujarnya.

Kedua, bersyukur dengan cara berbagi kepada orang lain. Caranya? Menyisikan harta benda yang dimiliki untuk orang lain yang membutuhkan. 

Kalau paradigma berpikir menggunakan basis pendekatan dunia, hal itu niscaya muncul syak wasangka hartanya akan berkurang dan menyusut. Tapi berbeda dengan pendekatan iman (spritual), justru sebaliknya. 

"Allah tambah 10 kali lipat dari uang yang dikeluarkan untuk berbagi tersebut. Apa yang kita keluarkan, tidak akan sia-sia," jelas Aris.

Ketiga, bersyukur dengan tidak membanding-bandingkan. Bahwa, tidak boleh ada sikap demikian, karena semuanya telah mendapatkan proporsi setara yang dipakemkan oleh Allah.

"Kelebihan-kelebihan yang kita miliki, belum tentu dimiliki oleh orang lain. Tidak perlu membanding-bandingkan agar kita bertambah rasa syukurnya kepada Allah," pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Keberadaan Anak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi persoalan sosial ya....

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Band....

Suara Muhammadiyah

28 September 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-41, Lemb....

Suara Muhammadiyah

29 October 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Wakil....

Suara Muhammadiyah

15 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim Tari Saman SAFIMTA Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universit....

Suara Muhammadiyah

31 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah