YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah berkolaborasi dengan PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Syariah dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar program pelatihan kesiapan kerja dan keterampilan bagi difabel usia produktif. Acara yang berlangsung di Kampus UAD ini dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan praktis guna menghadapi persaingan dunia kerja profesional.
Ketua Panitia Kegiatan, Islamiyaturrohmah menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 24 peserta. Sebagian besar di antaranya merupakan lulusan baru (fresh graduate) yang tengah bersiap menapaki dunia karier.
"Peserta akan menerima sedikitnya lima materi pelatihan penting. Pembekalan ini diharapkan mampu mengasah kemampuan diri dan membekali teman-teman disabilitas dengan keterampilan esensial di dunia kerja, mulai dari penyusunan Curriculum Vitae (CV) hingga teknik menghadapi wawancara kerja," ujar Islamiyaturrohmah, 12 September 2026.
Ia menambahkan, program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pemberdayaan sebelumnya, di mana sejumlah peserta juga pernah mengikuti pelatihan konten kreator.
Apresiasi dan komitmen serupa diutarakan oleh perwakilan UAD, Sri Roviana, Pihaknya mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada UAD sebagai tuan rumah kegiatan bernuansa inklusif ini. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen kampus untuk terus menghadirkan ekosistem pendidikan yang ramah difabel.
"UAD meyakini nilai luhur dalam Al-Qur'an Surah At-Tin ayat 4, bahwa Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Setiap insan dianugerahi keunikan dan potensi tersendiri, tak ada satu pun yang diciptakan sia-sia," tutur Sri Roviana.
Ia juga menekankan pentingnya kebermanfaatan bagi sesama serta kemampuan menyampaikan ide. "Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi sesama. Di era digital saat ini, mereka yang mampu mengartikulasikan gagasan dan ide dengan baik akan memiliki peluang yang jauh lebih terbuka lebar," tambahnya.
Dukungan nyata bagi terselenggaranya pelatihan ini datang dari sektor industri, yakni Adira Finance Syariah. Perwakilan Adira Finance Syariah, Alif Setiawan Ilyas, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus bersinergi dengan PP Aisyiyah dalam berbagai aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
"Sebagai lembaga pembiayaan berbasis syariah, kami ingin hadir membawa kemanfaatan. Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini membuahkan hasil nyata dan memicu lahirnya karya-karya terbaik dari rekan-rekan disabilitas," jelas Alif.
Lebih jauh, Alif memaparkan bahwa Adira Finance Syariah secara konsisten mengimplementasikan amanat regulasi terkait pemenuhan hak kerja difabel, salah satunya pemenuhan kuota penyerapan tenaga kerja difabel minimal satu persen. Di kantor cabang Yogyakarta sendiri, telah ada dua karyawan difabel yang dipercaya menempati divisi administrasi dengan rekam jejak kinerja yang sangat baik tanpa kendala berarti.
Sementara itu, Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial PP Aisyiyah, Abidah Muflihati menuturkan bahwa inisiatif ini merupakan realisasi dari nota kesepahaman antara PP Aisyiyah dan Adira Finance Syariah yang diteken setahun silam. Program kerja sama ini digulirkan secara bergilir lintas majelis dengan menyasar berbagai fokus sosial.
Abidah menyoroti pentingnya mengangkat isu difabel dan ketenagakerjaan secara konsisten di lingkungan persyarikatan.
"Isu inklusi ini kami angkat secara sadar karena pembahasannya masih terbilang jarang di lingkup Muhammadiyah dan Aisyiyah. Harapan kami, kemitraan strategis ini terus berlanjut. Tidak hanya berhenti sebatas pelatihan formal, tetapi bergulir menjadi program pendampingan yang berkelanjutan agar para peserta benar-benar terserap dan mandiri di dunia kerja," pungkas Abidah.

