'Aisyiyah dan Bawaslu Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di Polita

Suara Muhammadiyah

22 December 2023

1480
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PADANG, Suara Muhamamdiyah - Implementasi MoU Bawaslu dengan LPP PP 'Aisyiyah, LPP PW 'Aisyiyah bersama Bawaslu Sumbar menggelar Forum Sosialisasi Pengawasan Partisipatif untuk sukses pemilihan umum tahun 2024 di Kota Padang, Provinsi Sumbar bersama jajaran PW Aisyiyah Sumbar dan mahasiswa Polita di aula Politekhnik Aisyiyah Sumbar, Jumat (22/12/2023). Hadir dalam kesempatan tersebut Bawaslu Pusat Alni, Bendahara LPP PP 'Aisyiyah Chusnul, Wakil PW 'Aisyiyah Sumbar Hj. Meiliarni Rusli, Wakil Ketua Hj Yarmis Syukur, Sekretaris PWA Sumbar Delvina, Bendahara PWA Sumbar dan Ketua LPP PWA Sumbar Prof Salma. 

Ketua LPP PW 'Aisyiyah Sumbar, Prof Salma mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang apik antara Bawaslu dengan 'Aisyiyah sehingga bisa mengangkat agenda Forum Sosialisasi Pengawasan Partisipatif untuk sukses pemilihan umum tahun 2024 di Kota Padang, Provinsi Sumbar. 

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut MoU LPP PP 'Aisyiyah dengan Bawaslu pusat yang kemudian dilanjutkan dengan kerjasama dengan LPP PW 'Aisyiyah Sumbar dengan Bawaslu Sumbar, ini sebuah sinergi yang sangat baik sekali dan perlu dilanjutkan," Katanya. 

Dalam sambutannya, Bendahara Lembaga Penelitian dan pengembangan PP Aisyiyah, Chusnul mengatakan dalam menghadapi pemilu,PP 'Aisyiyah sudah mengadakan dua kali kegiatan, satu kegiatan dengan KPU di Yogyakarta, kali ini dengan Bawaslu di Kota Padang.

"Terima kasih kepada Bawaslu yang telah berkolaborasi dengan 'Aisyiyah dalam menciptakan pemilu yang berintegritas, berkeadaban dan jauh dari politik uang," Tandasnya

Ia menekankan warga 'Aisyiyah dan masyarakat pada umumnya tidak boleh golput dan harus menghindari politik uang. 

“‘Aisyiyah berharap Pemilu 2024 menjadi ajang rekonsiliasi nasional dan mencegah terjadinya pembelahan politik yang potensial merusak integrasi bangsa. Pemimpin yang terpilih semoga sesuai dengan kompentensi dan mempunyai keberpihakan pada masyarakat.”

Sementara itu, Bawaslu Pusat Alni mengatakan, perempuan memiliki peran penting dalam keluarga. Selain menjadi ibu bagi anak-anaknya, perempuan harus mampu menjadi “soko guru” yaitu penyangga utama dalam keluarga. Oleh karenanya, perampuan harus mampu menjadi pendidik dalam segala hal, termasuk dalam pendidikan politik demokratis, dimana pelaksanaannya berdasarkan pada asas Luberjurdil.

"Caranya perempuan harus berani melaporkan jika menemui dugaan pelanggaran Pemilu. Perempuan dapat terlibat aktif dengan menjadi Pemantau Pemilu. Atau menjadi agen sosialisasi partisipatif, yang dapat mengajak masyarakat untuk menjadi agen pengawas Pemilu.” katanya

"Pemberian uang dan sembako dalam jumlah apapun dilarang. Hanya diperbolehkan barang atau perlengkapan," Tuturnya. 

Ia menambahkan kampanye di kampus tidak boleh mengganggu proses pembelajaran dan harus dilakukan di hari libur. (Zahra)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAYAPURA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Ha....

Suara Muhammadiyah

30 April 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kehadiran artificial intelligence (AI) di tengah aktivitas berbagai pr....

Suara Muhammadiyah

20 February 2024

Berita

Bawa Pulang Medali Emas, Perak, dan Perunggu Makassar MAKASSAR, Suara Muhammadiyah  – Ko....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah – Dalam realitas kehidupan, jagat manusia di alam semesta ini tid....

Suara Muhammadiyah

12 December 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat Cabang Kasihan D....

Suara Muhammadiyah

11 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah