Akhiri 2025, Gus Bachtiar Ingatkan Kader Muhammadiyah: Jangan Jadi Beban, Jadilah Solusi

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
551
Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah

Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di penghujung tahun 2025, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, yang akrab disapa Gus Bachtiar, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyampaikan renungan akhir tahun melalui live Instagram bertajuk "Muhasabah Akhir Tahun" di akun @mpksdi_ppm dan @bachtiar_dwiki.

Acara yang dipandu Zaidan Ihsani ini diikuti ratusan kader dari berbagai daerah di Indonesia hingga diaspora, termasuk Pakistan dan Papua, menjadi momen refleksi kolektif atas perjalanan kader persyarikatan setahun terakhir yang penuh tantangan.

Dalam arahan yang disiarkan langsung, Gus Bachtiar menyapa kader "se-alam semesta" dan menekankan perlunya pembaruan diri untuk menghadapi tahun 2026 yang semakin kompleks dengan kemajuan digital. 

"Ada beberapa hal yang perlu kita perbarui: pertama, perbarui niat agar lebih ikhlas mengabdi di Muhammadiyah tanpa mengharapkan puja-puji," tegas Gusbach. 

Ia mengajak kader menghindari riya dan menjadikan pengabdian sebagai ibadah murni untuk menegakkan Islam.

Kedua, perbarui kecerdasan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kemajuan Muhammadiyah, Islam, umat, dan bangsa bergantung pada kader hari ini ini," ujar Gusbach. 

Ketiga, galakkan semangat Al-Ma'un melalui solidaritas sosial. Kader harus solutif, bukan beban bagi umat atau organisasi. 

"Jadilah kader yang menggerakkan, kreatif, dan memberikan tawaran jawaban atas persoalan masyarakat," pesannya.

Menyoroti era digital, Gus Bachtiar menyebut teknologi kini menjadi lingkungan hidup, bukan sekadar alat. Kader, terutama generasi milenial hingga alpha, harus aktif sebagai pelaku dakwah digital: produksi konten mencerahkan, menyejukkan, dan berlandaskan Islam berkemajuan dengan akidah murni serta ibadah lurus sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. 

"Hindari konten gaduh; jadilah duta dakwah yang menyaring informasi dengan baik," imbuhnya.

Ia juga menekankan kemandirian ekonomi melalui pengelolaan amal usaha Muhammadiyah yang profesional dan profitabel, menjadikan organisasi sebagai lokomotif konglomerasi sosial untuk menopang dakwah progresif. Tak lupa, kesalehan sosial dengan sikap inklusif: luas wawasan, luwes pergaulan, merangkul bukan memukul, menjadi rahmatan lil alamin, bukan hanya bagi internal.

Dalam sesi tanya jawab interaktif, Gus Bachtiar menjawab pertanyaan seputar beasiswa dokter kader, respons bencana Sumatera dengan aksi nyata donasi, pelatihan instruktur nasional 2026 di lima zona, hingga keseimbangan studi diaspora (80% belajar, 20% organisasi). 

Acara diakhiri dengan semangat untuk terus menggerakkan Muhammadiyah sebagai solusi umat, meninggalkan pesan mendalam bagi kader di akar rumput hingga sealam semesta. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TERNATE, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah meyakini Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk ....

Suara Muhammadiyah

3 April 2026

Berita

MANGGARAI TIMUR, Suara Muhammadiyah – Semangat literasi dan dakwah membara di Gedung Pertemuan....

Suara Muhammadiyah

2 February 2026

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Islam itu dibangun diatas lima dasar, lima pilar utama terseb....

Suara Muhammadiyah

20 February 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Webinar dalam rangka International Communication Competition (ICC) 2024....

Suara Muhammadiyah

13 November 2024

Berita

NGAWI, Suara Muhammadiyah - Lembaga Manajemen Infaq Ngawi menggandeng tujuh pimpinan Kafilah Hizbul ....

Suara Muhammadiyah

17 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah