Akselerasi Kader Demi Percepatan Dakwah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

773
Konsolidasi Kader Muhammadiyah

Konsolidasi Kader Muhammadiyah

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Jumat malam, Rakornas Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah membahas Konsolidasi Kader Muhammadiyah. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan Muhammadiyah yang begitu pesat memerlukan kehadiran kader dalam jumlah besar untuk menunjang dakwah Persyarikatan. Melalui berbagai Amal Usaha yang dimilikinya, Muhammadiyah memerlukan keberadaan kadernya untuk mengisi peran, melakukan percepatan di berbagai aspek kehidupan. 

Dalam sesi Konsolidasi Kader Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi kaderisasi, Agung Danarto mendorong perlunya mengaktifkan kembali korps instruktur Muhammadiyah. Korps ini diharapkan dapat memanaskan mesin perkaderan di Muhammadiyah. Sehingga proses perkaderan mampu bergerak dinamis sesuai dengan harapan. 

"Untuk menunjang agenda besar itu, kader Muhammadiyah pun dituntut menguasai paham Islam menurut Muhammadiyah, memahami Muhammadiyah sebagai gerakan, dan memahami strategi perjuangan Muhammadiyah," tegas Agung dalam Rakornas Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah (24/10). 

Menurutnya, seorang kader harus berpaham Islam menurut Muhammadiyah, sebagaimana tertuang dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Pertama, tauhid. "Inilah yang harus dibina betul," ujarnya. 

"Kedua, hidup bermasyarakat. Ini menjadi ciri khas dari Muhammadiyah untuk senantiasa memberikan manfaat kepada masyarakat. Ketiga, menjadikan hukum Islam sebagai pedoman hidup. Keempat, berkewajiban berjuang menegakkan Islam. Kelima, mengikuti jejak nabi dalam berjuang. Keenam, melakukan perjuangan secara terorganisir. Dan yang terakhir, mengupayakan terciptanya masyarakat Islam yang adil dan makmur," tegasnya. 

Muhammadiyah menurutnya adalah sebuah gerakan. Karena bersifat gerakan, maka harus ada target dan capaian dalam setiap program yang dijalankan. Hal ini memerlukan peran dari para kader. 

"Kader di sini memiliki makna tenaga inti penggerak organisasi dan menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah dalam mencapai tujuan," ucap Agung di Ballroom Hotel Lorin Solo. 

Bagi Agung, idealnya seorang kader Muhammadiyah adalah mereka yang tegak lurus dengan putusan organisasi. Bukan berarti tanpa adanya perbedaan. Namun bagaimana dengan adanya perbedaan itu dapat diolah menjadi kekuatan. Jika terjadi perbedaan, diperlukan sikap terbuka untuk berdebat tanpa mengumbarnya ke media sosial. (diko)

 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecer....

Suara Muhammadiyah

12 October 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Gerakan Subuh Mengaji Aisyiyah Jawa barat dilaksanakan pada Rabu, 28 A....

Suara Muhammadiyah

28 August 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah Sulsel resmi ....

Suara Muhammadiyah

12 February 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Semangat membangun generasi masa depan yang unggul, berakhlak, da....

Suara Muhammadiyah

3 June 2026

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng (Musaka), pada hari Selasa (15/10....

Suara Muhammadiyah

16 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah