Amirsyah Tambunan Minta Perkuat Sistem Tata Kelola Wakaf Persyarikatan

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

1115
Foto istimewa

Foto istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Amirsyah Tambunan, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola wakaf berbasis sistem digital dan sumber daya manusia (SDM) yang profesional.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Forum Keuangan Sosial Syariah, rangkaian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MPW PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (10/10).

Amirsyah menyampaikan, setelah menerima amanah dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengelola wakaf, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan memperkuat Sistem Manajemen Aset Muhammadiyah (Simam) yang telah diimplementasikan sejak 2019 dan memperoleh hak cipta Persyarikatan Muhammadiyah.

“Kita harus yakin bahwa kekuatan pengelolaan pada sistem Simam mampu menggali potensi wakaf di lingkungan Muhammadiyah,” ujarnya.

Selain Simam, MPW juga mengembangkan Sistem Informasi Akuntansi dan Manajemen Wakaf Muhammadiyah (Samawi) sebagai wujud komitmen untuk menerapkan tata kelola keuangan wakaf yang transparan dan akuntabel. Menurut Amirsyah, kekuatan kedua sistem ini sangat bergantung pada kompetensi dan profesionalitas para nazir.

Namun demikian, ia menilai bahwa kualitas dan kapasitas sejumlah nazir wakaf di Indonesia masih belum optimal. Karena itu, diperlukan penguatan kapasitas dan afirmasi pembiayaan bagi nazir sebesar 10 persen, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf Pasal 12.

“Otoritas utama ada pada nazir kelembagaan Persyarikatan Muhammadiyah. Dengan sistem yang kuat dan nazir profesional, kita bisa melakukan percepatan pengelolaan wakaf agar lebih produktif,” tegasnya.

Amirsyah memaparkan, berdasarkan data MPW, saat ini sekitar 70,46 persen aset wakaf Muhammadiyah telah dimanfaatkan untuk bidang pendidikan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi, serta masjid, mushalla, dan rumah sakit. Sementara 9 persen aset dari total 218.150.061 meter persegi masih belum produktif dan menjadi perhatian untuk terus dioptimalkan.

“Kami terus berkomitmen memperkuat tata kelola agar wakaf menjadi lebih produktif untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” tutupnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 200 peserta dari seluruh Indonesia, di antaranya Deputi Bank Indonesia Juda Agung, Direktur Eksekutif DEKS BI Imam Hartono, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Hilman Latief, Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin, serta jajaran MPW dan pimpinan lembaga terkait. (Mir/Nurvi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Gedung LKSA Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Grogol menjadi muara ber....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Dayeuhluhur mengadakan kegiatan r....

Suara Muhammadiyah

17 September 2026

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah– Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Program Studi S1 Pe....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anggota Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Jakarta (BPH UMJ....

Suara Muhammadiyah

10 July 2024

Berita

Pengajian Triwulan PDM Jepara di Kedung Perkuat Ghirah Bermuhammadiyah untuk Jepara Berkemajuan JEP....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah