JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur kembali menggelar Hari BerMuhammadiyah dengan mengangkat tema “Ekonomi Berkemajuan, Membangun Kemandirian Ekonomi Warga Muhammadiyah.” Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran warga Muhammadiyah mengenai pentingnya kemandirian ekonomi sebagai bagian dari gerakan dakwah dan pembangunan masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al Khairat, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Ahad 13 September 2026 (02 Rabiul Akhir 1448 H) tersebut menjadikan PRM Gedong, PCM Pasar Rebo, PDM Jakarta Timur sebagai tuan rumah. Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah, warga Muhammadiyah, serta jamaah dan masyarakat sekitar.
Acara diawali dengan sambutan Ketua PDM Jakarta Timur, Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi warga harus menjadi salah satu agenda penting Muhammadiyah. Menurutnya, dakwah tidak hanya berbicara mengenai penguatan spiritualitas, tetapi juga bagaimana menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan bagi warga.
“Kita perlu membangun warga Muhammadiyah yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga produktif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai warga Muhammadiyah hanya menjadi konsumen, tetapi harus didorong menjadi produsen, pelaku usaha, inovator, dan pencipta lapangan pekerjaan,” ujar Prof. Mohammad Nur Rianto Al Arif.
Hadir sebagai narasumber utama Dr. H. Anwar Abbas, M.Ag., M.M., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam tausiyahnya, Anwar Abbas mengajak warga Muhammadiyah untuk memperkuat posisi ekonomi umat melalui peningkatan produktivitas, kewirausahaan, pengembangan UMKM, serta penguatan jejaring ekonomi. Menurutnya, kekuatan ekonomi merupakan salah satu prasyarat penting agar umat dapat hidup secara bermartabat dan memiliki daya tawar yang lebih kuat.
Anwar Abbas juga menekankan pentingnya membangun ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan keadilan, pemerataan, keberpihakan kepada masyarakat kecil, dan kebermanfaatan sosial. Semangat ekonomi berkemajuan harus mampu mendorong warga untuk menjadi pelaku ekonomi yang produktif sekaligus menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
Melalui Hari BerMuhammadiyah, PDM Jakarta Timur mendorong agar pengajian dan dakwah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan gerakan nyata membangun ekosistem ekonomi warga Muhammadiyah. Penguatan UMKM, literasi keuangan, digitalisasi usaha, perluasan akses pasar, kolaborasi antarpelaku usaha, serta pemanfaatan instrumen ekonomi dan keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian tersebut.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat spirit Islam Berkemajuan, yaitu menghadirkan dakwah yang mencerahkan sekaligus memberdayakan. Dengan warga yang kuat secara spiritual, intelektual, sosial, dan ekonomi, Muhammadiyah diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, dan berkeadaban.

