Kemelut Moralitas, Lulusan Ramadhan Mesti Menampilkan Kemuliaan Perilaku Mencerahkan

Suara Muhammadiyah

20 March 2026

568
dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes saat menyampaikan Khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Kridosono, Yos Sudarso, Kotabaru, Kota Yogyakarta. Foto: Cris

dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes saat menyampaikan Khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Kridosono, Yos Sudarso, Kotabaru, Kota Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Umat Islam merayakan Idul Fitri 1447 H dengan penuh sukacita. Pada momen ini, tarikan maknanya kembali bertolak selama bulan Ramadhan.

Agus Taufiqurrahman mengetengahkan, bulan Ramadhan meniscayakan bulan melatih kesabaran, bulan yang membina ketaqwaan, bulan mujahadah, bulan rahmat dan bulan maghfirah.

"Begitu indah ibadah ramadhan ini. Latihan sabar, shalat malam, shadaqah, tadarus Al-Qur'an, semangat memakmurkan masjid serta upaya mengasihi sesama, semua itu harus kita jaga agar terus jadi amaliah harian kita," terang Agus.

Ketika Ramadhan telah usai, lanjut Agus, hendaknya perlu berkontemplasi sejenak, buah apa yang telah dipetik sebagai lulusan madrasah imaniyah, bulan penggemblengan dan bulan ujian ini.

"Apakah setelah melewati ramadhan ini ketaatan kita betul betul bertambah, Benarkah ijazah taqwa benar-benar telah kita sandang?" tanya Agus, Jumat (20/3) saat Khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Kridosono Yos Sudarso, Kotabaru, Kota Yogyakarta.

Selama bulan Ramadhan, umat Islam dilatih untuk berperangai jujur. Kejujuran menjadi bagian fundamenntal dalam kehidupan.

"Karena itu kita harus selalu Jujur," tegas Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Mengingat, perangai kejujuran saat ini begitu krusial. Tegas Agus, perangai tersebut menjadi salah satu dekadensi moral yang amat kentara mendera di kehidupan bangsa mutakhir.

"Maka seharusnya, ketika selama Ramadhan kita sudah berusaha untuk selalu menjadi orang jujur, maka sebagai lulusan Madrasah Ramadhan sikap jujur ini senantiasa menjadi karakter utama yang dimilikinya," tegasnya sekali lagi.

Di sinilah relevansi bulan Ramadhan. Yang dengan predikat takwa semestinya dapat tampil menjadi pribadi dengan karekteryang mulia, dihiasai dengen kemuliaan akhlaq. 

"Orang bertaqwa akan selalu berusaha berprilaku benar, berbuat jujur, adil, terpecaya, dan melakukan segala kebaikan dan arifen. Tentunya baik untuk dirinya, keluarga, masyarakat, dan umat manusia keseluruhan," tekannya.

Oleh karena itu, dengan spirit Idul Fitri, seyogianya mampu mengaktualisasikan nilai dan perilaku takwa dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

Pada saat yang sama, dapat mewujudkan amal-amal Islami yang membawa pada kebaikan, kedamaian, kemajuan, dan kebahagiaan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan hubungan antarumat manusia universal.

"Dengan senantiasa menerapkan akhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan berbangsa maka sesungguhnya kita telah menampilkan cara berislam yang mencerahkan dan memajukan," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa ITESA Muham....

Suara Muhammadiyah

28 April 2026

Berita

LANGSA, Suara Muhammadiyah - Keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan nyata bagi....

Suara Muhammadiyah

23 December 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti....

Suara Muhammadiyah

4 January 2025

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pos Bantuan Hukum (Posbakum) 'Aisyiyah Kalimantan Tengah h....

Suara Muhammadiyah

4 December 2024

Berita

PABELAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Sura....

Suara Muhammadiyah

17 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah